Kepolisian Negara Republik Indonesia menyatakan sikap menghormati hak masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi serta pendapat di ruang publik. Meskipun demikian, institusi kepolisian meminta agar kegiatan tersebut berlangsung secara damai dan bertanggung jawab.
Jaminan Undang-Undang dan Imbauan Damai
Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa kebebasan dalam memberikan kritik dan pendapat merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi yang sehat. Hak tersebut sudah dilindungi secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.
“Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Kami mengajak masyarakat menggunakan hak tersebut secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Isir lewat keterangan tertulis pada Selasa (27/10/2026), seperti diberitakan detikcom.
Isir menambahkan bahwa perbedaan sudut pandang merupakan hal wajar dalam negara demokratis. Menurutnya, pendapat tersebut dapat diutarakan dengan tegas tanpa harus melanggar hak warga lain atau merusak ketertiban umum.
Dalam mengamankan aksi unjuk rasa, Isir memastikan jajarannya akan selalu mengutamakan pendekatan pelayanan yang humanis. Ia juga mengimbau warga agar tetap memilih jalur-jalur yang konstruktif.
“Polri menghormati setiap aspirasi masyarakat. Kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi. Mari sampaikan aspirasi secara damai, jaga ruang publik bersama, dan jangan mudah terprovokasi,” pesan Isir.
Bijak Bermedia Sosial
Tidak hanya di ruang terbuka, Isir turut memberikan peringatan kepada warganet agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Warga diminta agar melakukan penyaringan informasi dengan teliti sebelum menyebarkannya kembali ke ruang publik.
Ia menyoroti peredaran konten berupa potongan video yang tidak utuh konteksnya serta narasi-narasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan. Menjaga ruang digital yang sehat dinilai sebagai kewajiban bersama.
“Pastikan informasi yang kita terima benar sebelum membagikannya. Mari gunakan media sosial secara bertanggung jawab, tetap kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Menjaga ruang digital yang sehat merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tutur mantan Kapolda Papua Barat tersebut.
Isir menekankan pentingnya merawat iklim demokrasi baik di dunia nyata maupun dunia maya agar perbedaan pandangan tidak memicu salah paham. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan sosial yang aman dan damai.
Sumber: Berita - Detikcom








