Daftar Isi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 3.000 hektare lahan dan hutan di tiga provinsi Kalimantan masih terdampak kebakaran dan hingga kini api belum padam. Perkiraan luas lahan yang masih dalam proses pemadaman di wilayah Kalimantan mencapai sekitar 3.392 hektare dengan rincian Kalimantan Tengah seluas 2.458 hektare, Kalimantan Barat 884 hektare, dan Kalimantan Selatan 52 hektare.
Upaya Penanganan dan Operasi Modifikasi Cuaca
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan berbagai strategi penanganan terus diupayakan pemerintah pusat dan daerah yang dibantu para relawan, di antaranya operasi modifikasi cuaca dengan dry ice. Berdasarkan data pelaksanaan pada 23 Oktober 2026, penyemaian dilakukan dengan total 15 sortie atau penerbangan dan penggunaan bahan semai sebanyak 14.300 kilogram seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Di Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan penggunaan 7.200 kilogram bahan semai, yang terdiri atas 5.200 kilogram dry ice dan 2.000 kilogram natrium klorida atau NaCl. Sementara itu, di Sumatera Selatan, kegiatan serupa dilaksanakan sebanyak tujuh sortie menggunakan 7.100 kilogram bahan semai, dengan hasil pemantauan menunjukkan jarak pandang membaik menjelang siang hari.
Di Kalimantan Barat, wilayah sasaran operasi meliputi Sekadau, Ketapang, dan Sintang, di mana hujan ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di tujuh kabupaten pada 23 Oktober. Adapun di Kalimantan Selatan, hujan dilaporkan turun di Kabupaten Kotabaru pada tanggal yang sama, sementara pelaksanaan operasi disesuaikan dengan kondisi atmosfer serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemadaman Jalur Darat dan Udara
Proses pemadaman karhutla dijalankan melalui jalur darat dan udara, dengan mengerahkan sebanyak 57.050 personel darat yang disiagakan di enam provinsi. Rinciannya meliputi 16.387 personel di Kalimantan Tengah, 14.458 personel di Kalimantan Barat, 12.285 personel di Sumatera Selatan, 7.927 personel di Kalimantan Selatan, 5.984 personel di Jambi, serta sembilan personel di Lampung.
Pekerjaan di lapangan didukung berbagai peralatan seperti selang pemadam, selang hisap, nozel, sepatu bot, pompa portabel, pompa punggung, pemukul api, dan radio komunikasi. Untuk pemadaman jalur udara, pemerintah mengerahkan 61 unit armada yang terdiri atas 24 unit untuk patroli, pesawat CASA, dan operasi modifikasi cuaca, serta 37 helikopter pengeboman air atau water bombing.
Kondisi Karhutla di Sumatera, Jawa, dan Lampung
Di Pulau Sumatera, BNPB mencatat 990 hektare lahan di tiga provinsi terdampak kebakaran, dengan rincian Sumatera Selatan seluas 889 hektare, Jambi 89 hektare, dan Lampung di kawasan Taman Nasional Way Kambas seluas 12 hektare, sementara wilayah Riau tidak terpantau adanya pemadaman karhutla. Khusus di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, tercatat 34 titik dengan 16 hektare lahan belum padam, yang ditangani menggunakan drone termal, pos pantau darat, pompa jinjing, serta instalasi selang air hingga hampir tiga kilometer.
Selain Kalimantan dan Sumatera, kebakaran lahan juga terpantau di Pulau Jawa, tepatnya di kawasan Arjuno-Welirang, Jawa Timur. Penanganan di wilayah-wilayah tersebut dilakukan melalui koordinasi antarpihak, penyisiran wilayah terdampak, pemantauan ketat, serta penentuan prioritas pemadaman guna mengantisipasi perkembangan api dan mengurangi risiko penjalaran lebih lanjut.








