Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Sumbing di Jawa Tengah selama beberapa hari terakhir akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berdasarkan data yang dihimpun, total luas lahan yang terdampak akibat insiden tersebut mencapai 974 hektare.
Pemadaman di Tiga Wilayah Kabupaten
Administratur Kesatuan Pemangku Hutan Kedu Utara, Dimyati, menyatakan bahwa wilayah Wonosobo, Temanggung, dan Magelang kini sudah terbebas dari kobaran api seperti dilaporkan detikTravel pada Sabtu (24/10). Kendati demikian, pihak Perhutani bersama pengelola pos pendakian dan para relawan masih akan melanjutkan kegiatan pemantauan serta penyisiran di lapangan.
Sebelumnya, titik api terakhir terpantau berada di kawasan Temanggung. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi titik tersebut berada di Glapansari berdasarkan pemantauan udara pada Sabtu pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam kesempatan yang sama, rencana pemadaman api menggunakan metode pengeboman air atau water bombing melalui helikopter terpaksa dibatalkan akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Bergas menyebutkan bahwa helikopter sempat melintas di atas kawasan Gunung Sumbing namun harus kembali karena cuaca buruk.
Rincian Luas Lahan Terdampak
Wilayah Gunung Sumbing yang membentang di tiga kabupaten mencatatkan luas kerusakan yang berbeda-beda. Di Kabupaten Temanggung, lahan yang terdampak kebakaran mencapai 344 hektare, sementara di Wonosobo luas lahan yang terbakar tercatat seluas 362 hektare.
Sementara itu, Asper Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Magelang, Yulianto, memastikan bahwa karhutla di wilayah administrasinya sudah sepenuhnya padam sejak Jumat (23/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
Di wilayah Kabupaten Magelang, lahan yang terdampak meliputi Kecamatan Kajoran dan Kaliangkrik. Dari total luas baku sebesar 335,42 hektare di wilayah tersebut, lahan yang terbakar tercatat seluas 213,4 hektare.








