Ekonomi

Petani Bangka Selatan Jajaki Peluang Pasok Sayur ke SPPG

Petani Bangka Selatan Jajaki Peluang Pasok Sayur ke SPPG

Petani di Kawasan Transmigrasi Batu Betumpang, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, tengah menjajaki peluang pasokan sayuran ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pulau Besar. Langkah ini bertujuan membuka akses pasar baru sekaligus memberikan kepastian pembeli bagi hasil panen warga setempat.

Panen Bersama dan Pendampingan Petani

Kegiatan penjajakan tersebut berlangsung melalui acara Farmer Field and Business School (FFBS) pertemuan ketujuh serta panen di Demplot Trans-Organik, Desa Sumber Jaya Permai pada Selasa (13/10). Seperti dilaporkan CNN Indonesia, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 IPB University bersama 18 petani penggerak memanen sebanyak 107 kilogram sayuran yang mencakup pakcoy, selada, bayam, dan kangkung.

Petani penggerak asal Desa Sumber Jaya Permai, Ayik Sofyan, menuturkan bahwa tantangan utama yang dihadapi petani selama ini adalah masalah akses pasar dan fluktuasi harga. Melalui pendampingan dari TEP, para petani kini mempelajari cara menyiapkan hasil panen yang selaras dengan permintaan pembeli.

Menurut Ayik, komunikasi yang terjalin dengan pihak SPPG serta para pedagang lokal memberikan angin segar bagi pengembangan usaha hortikultura di daerahnya.

Ketua TEP IPB University, Suprehatin, menyatakan bahwa pemahaman mengenai kebutuhan pasar—mulai dari varietas, kualitas, volume, hingga waktu pengiriman—merupakan hal krusial bagi petani. Pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, melainkan mencakup tahapan penyortiran, pemilahan mutu, hingga pengemasan produk.

Kepala SPPG Pulau Besar, Ashari Ramalan, memberikan sambutan positif terhadap inisiatif pasokan sayuran dari para petani lokal. Ia mengimbau agar petani melakukan koordinasi setidaknya sepekan sebelum jadwal pengiriman agar kuantitas dan jenis sayuran dapat memenuhi kebutuhan SPPG secara tepat. Di samping itu, tim juga berencana menjajaki para pedagang lokal sebagai opsi pasar alternatif.

Arah Kebijakan Pemerintah

Inisiatif ini selaras dengan instruksi Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara supaya pengembangan sektor usaha di wilayah transmigrasi berfokus pada orientasi pasar serta peningkatan kesejahteraan warga.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut menggarisbawahi urgensi menyelaraskan kapabilitas perguruan tinggi dengan problem riil di tengah masyarakat.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menegaskan krusialnya ketersediaan pasokan pangan yang berjalan secara konsisten bagi ketahanan suatu negara.

Melalui implementasi program Trans-Organik, TEP IPB University menaruh harapan agar para petani di Batu Betumpang mampu memperluas jangkauan pasar, mendongkrak kualitas hasil pertanian, serta membangun usaha tani yang mendatangkan manfaat ekonomi secara berkesinambungan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *