Hukum & Kriminal

Kapolri Ungkap 2 Kasus Narkoba Besar di Sumut dan Aceh

Kapolri Ungkap 2 Kasus Narkoba Besar di Sumut dan Aceh
Daftar Isi
  1. Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Digagalkan
  2. Pembongkaran Laboratorium Rahasia di Pidie
  3. Komitmen Berantas Sindikat Lintas Negara

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkotika jaringan internasional di Indonesia. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pengungkapan dua kasus besar yang dilakukan tim gabungan dalam waktu berdekatan di Sumatera Utara dan Aceh.

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Digagalkan

Kasus pertama diungkap di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Petugas menggagalkan penyelundupan 1,16 ton ketamin HCl senilai Rp3,48 triliun dari kapal MT Global 168. Pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen mengenai anomali pergerakan kapal yang melintasi perairan Selat Malaka hingga Laut Andaman.

Menindaklanjuti temuan tersebut, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Bareskrim Polri bersiap melakukan penghadangan dari Kuala Tanjung pada Senin (19/10). Kapal patroli Bea Cukai BC 20006 bersama KP Murai 4018 dikerahkan hingga berhasil mencegat MT Global 168 di perairan Tanjungbalai Asahan. Kapal tersebut kemudian dikawal menuju Dermaga Pelabuhan Belawan untuk diperiksa.

Hasil penggeledahan menemukan muatan berupa 58 karung berisi ketamin HCl dengan berat total 1,16 ton. Selain menyita barang bukti narkotika dan kapal MT Global 168, petugas mengamankan 14 unit telepon seluler serta menangkap delapan awak kapal. Para tersangka terdiri dari tujuh WNI dan satu WNA asal Taiwan yang memegang peran sebagai nakhoda, chief officer, chief engineer, masinis, oiler, dan juru mudi (able seaman).

Pembongkaran Laboratorium Rahasia di Pidie

Usai memimpin konferensi pers di Belawan, Suyudi langsung bertolak ke Kabupaten Pidie, Aceh. Ia mengecek secara langsung laboratorium rahasia (clandestine lab) pembuat narkotika terbesar di Indonesia yang berhasil digerebek tim gabungan Bareskrim Polri, BNN, dan Ditjen Bea Cukai. Laboratorium tersebut disamarkan di dalam dua bangunan toko.

Dari lokasi penggerebekan, petugas mengamankan sekitar 1 ton metamfetamin cair dan sabu kristal, dengan total barang bukti mencapai 1,2 ton bruto. Polisi juga menangkap sejumlah tersangka di lokasi kejadian.

Penyelidikan awal menunjukkan laboratorium rahasia di Pidie terhubung dengan sindikat internasional asal China, Malaysia, dan Indonesia. Pergerakan jaringan ini telah dipantau sejak Februari 2026, saat ratusan kilogram metamfetamin cair terdeteksi bergerak dari Myanmar utara melalui Laos dan Thailand menuju Banda Aceh. Petugas kemudian menelusuri pergerakan dua WN China yang bertindak sebagai ahli kimia hingga menemukan tempat produksi sabu di Pidie.

Komitmen Berantas Sindikat Lintas Negara

Suyudi menyatakan bahwa keberhasilan pengungkapan dua kasus besar ini merupakan hasil kerja sama erat antara Polri, TNI, BNN, dan Ditjen Bea Cukai. Ia meminta seluruh jajaran untuk terus cermat membaca pergerakan barang dan jaringan narkotika sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini butuh kejelian, kesabaran, keuletan kita semua, BNN, Polri, Bea Cukai, TNI, harus terus bahu-membahu, kita jangan pernah lelah sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia,” kata Suyudi saat rilis kasus ketamin di Belawan, Jumat (23/10/2026).

Ia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo berulang kali berpesan agar pimpinan lembaga penegak hukum terus memperkuat sinergi guna mencegah barang haram masuk ke Indonesia. Penggagalan penyelundupan ketamin ini juga disebutnya sebagai bentuk apresiasi bagi pemerintah.

“Ini tentu menjadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan Bapak Prabowo Presiden kita,” kata Suyudi.

Suyudi menegaskan penyitaan barang bukti dalam jumlah besar ini bukan sekadar pencapaian angka, melainkan langkah nyata dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman bahaya narkoba.

“Sejumlah barang bukti yang hari ini kita sita bukanlah sekadar angka pencapaian semata, melainkan jutaan nyawa generasi muda bangsa yang berhasil kita selamatkan,” ujar Suyudi.

“Untuk itu mari kita rapatkan barisan, bersama kita wujudkan Indonesia aman, tangguh, dan bersih dari narkoba,” sambungnya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *