Daftar Isi
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rasa duka cita atas wafatnya mantan Panglima TNI Laksamana Purnawirawan Widodo AS. Sjafrie mengenang almarhum sebagai figur penting yang berperan sebagai pemersatu tiga matra TNI pada masa transisi reformasi.
Peran Pemersatu di Era Reformasi
Sjafrie Sjamsoeddin menilai sosok Widodo sebagai seorang pelopor yang sangat aktif menggalang persatuan di tubuh militer. Menurutnya, almarhum turun langsung ke berbagai daerah untuk mengumpulkan tiga angkatan TNI demi menumbuhkan semangat kesatuan dalam menghadapi masa transisi reformasi seperti dilaporkan detikcom.
Sjafrie menyebut langkah-langkah tersebut menjadikan institusi militer semakin kokoh, dan fondasi itu kini terus diteruskan oleh para pemimpin TNI masa kini. Peranan tersebut dianggapnya sebagai kekuatan psikologis yang sangat krusial bagi keutuhan TNI.
Gaya Kepemimpinan dan Kedekatan dengan Prabowo
Selain itu, Sjafrie mengenang almarhum sebagai pemimpin yang selalu melibatkan para bawahannya untuk bertukar pikiran. Ketika dirinya bertugas sebagai Staf Ahli Panglima dan Widodo menjabat sebagai Panglima TNI, almarhum kerap mengajak staf untuk berdiskusi bersama dalam merumuskan kebijakan dan strategi pertahanan militer.
Sjafrie menambahkan, almarhum memiliki hubungan yang sangat erat dengan Menteri Pertahanan saat itu yang kini menjabat sebagai Presiden, Prabowo Subianto. Kedekatan emosional dan psikologis tersebut terjalin sangat baik dalam upaya membangun kekuatan pertahanan Republik Indonesia.
Wafatnya Mantan Panglima TNI
Mantan Panglima TNI periode 1999 sampai 2002 tersebut tutup usia pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul telah mengonfirmasi kabar kepulangan almarhum yang juga pernah mengemban tugas sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan periode 2004 hingga 2009.
Sumber: Berita - Detikcom







