Seorang pelayan restoran berusia 21 tahun bernama Ragil memilih memanfaatkan jatah libur kerjanya untuk memburu peluang karier baru. Perempuan muda tersebut tampak menyusuri pameran bursa kerja yang digelar di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, pada Jumat (23/10/2026), demi membidik kesempatan kerja yang lebih menjanjikan.
Menjajal Peluang di Tengah Rutinitas
Meskipun telah memiliki pekerjaan di sektor makanan dan minuman (F&B), Ragil merasa perlu terus memperluas kesempatan. Dalam sepekan, ia tercatat hanya memperoleh satu hari waktu rehat dari aktivitasnya sebagai server di sebuah tempat makan di Jakarta.
“Lagi libur hari ini, kebetulan. Sekalian aja, mumpung ada job fair, datengin aja. Kali aja cocok, daftar,” kata Ragil kepada Liputan6.com di Gedung Smesco Indonesia.
Tantangan Berwirausaha hingga Ketatnya Persaingan
Karier Ragil bermula selepas ia menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas (SMA) pada 2024. Waktu itu, ia sempat merintis usaha berjualan dimsum secara mandiri lantaran belum mengetahui ke mana arah tujuannya melangkah. Namun, menjalankan bisnis sendiri rupanya menguras energi serta menuntut jam kerja yang sangat panjang.
“Jualan kan kita harus bikinnya pagi, ya. Bagiku beratnya lebih ke jam kerjanya yang enggak menentu sih, malah kayak kerja terus-terusan,” ujarnya.
Aktivitas memasak dari dapur rumah tersebut menjadi gerbang awal Ragil terjun ke sektor kuliner. Ia kemudian berpindah dari satu restoran ke restoran lain demi menambah pengalaman kerja sembari menanti profesi yang lebih tepat.
Sebagai pencari kerja bermodal ijazah SMA, ia tidak menampik tingginya persaingan di pasar tenaga kerja, terlebih saat harus berhadapan dengan kandidat lulusan perguruan tinggi. Kendati demikian, ia memilih tetap realistis dengan bertahan di tempat kerjanya saat ini selagi mencoba melamar ke tempat lain.
“Iya, lumayan susah sih, harus bersaing. Semuanya mau kerja. Tapi ya, nyari-nyari dulu aja. Kalau emang belum ada, aku tetap kerja selagi bisa. Ya udah, jalanin,” tutur dia.
Melihat membeludaknya pelamar yang datang membawa asa yang serupa, Ragil menilai kegiatan bursa kerja semacam ini patut diperbanyak. Kendati demikian, ia mengingatkan agar jumlah lowongan yang disediakan seimbang dengan membeludaknya para peminat.
“Sebenarnya acara kayak gini bagus sih untuk diperbanyak. Cuma kalau misalkan lowongannya sedikit, sedangkan kita semua yang ngambil banyak, bisa percuma,” ucap Ragil.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








