Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memasukkan rencana revitalisasi gedung Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 01 Tambora ke dalam agenda pembenahan fasilitas pendidikan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa dokumen perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED) untuk perbaikan sekolah tersebut sudah disiapkan.
Kondisi Bangunan dan Lokasi Belajar Sementara
Gedung TK Negeri 01 Tambora mengalami kerusakan berat setelah ambruk sejak lima tahun lalu, sehingga dinilai tidak lagi layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Akibat kondisi tersebut, para siswa saat ini terpaksa menumpang di fasilitas milik SMP 32 Jakarta.
Seperti dilaporkan Liputan6.com, Pramono menyatakan bahwa proses pembelajaran siswa di lokasi sementara saat ini berlangsung dengan baik. Kendati demikian, ia menargetkan pengerjaan fisik pembangunan gedung baru sekolah tersebut dapat direalisasikan mulai tahun depan.
“TK 01 itu sementara ini menempati area di SMP 32. Dan di tahun ini TK tersebut sudah masuk dalam rencana untuk dilakukan revitalisasi, DED (Detailed Engineering Design)-nya sudah masuk,” kata Pramono kepada media di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Pramono juga memprioritaskan percepatan perencanaan teknis tersebut dan menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta agar pelaksanaan konstruksi dapat dikerjakan sesuai jadwal yang direncanakan.
Capaian Program Revitalisasi 19 Sekolah
Rencana perbaikan TK Negeri 01 Tambora menjadi bagian dari program pembenahan fasilitas sekolah di wilayah DKI Jakarta. Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mencatat sebanyak 19 sekolah masuk dalam agenda revitalisasi.
Pramono menjelaskan bahwa 16 sekolah di antaranya telah rampung direvitalisasi. Sementara itu, tiga sekolah sisanya masih berada dalam proses penyelesaian, yaitu SD Negeri 1 Cipete Utara, SD Negeri Setiabudi 01, dan SMK 37. Dua dari tiga sekolah tersebut telah memasuki tahap finalisasi dengan pengerjaan fisik tersisa di bawah 1 persen.
Seluruh pelaksanaan perbaikan pada 19 gedung sekolah tersebut mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp876,79 miliar dengan dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Alokasi anggaran tersebut juga mencakup pelaksanaan pemancangan batu pertama (groundbreaking) untuk SD Negeri 9 dan SD Negeri 11 Kebayoran Lama.
Untuk memastikan kualitas perbaikan, Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan peninjauan kembali terhadap kesesuaian pelaksanaan perbaikan di sejumlah fasilitas sekolah lainnya.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








