Badan Gizi Nasional (BGN), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Kodam Jaya membantah keterkaitan dengan tumpukan motor listrik terbengkalai yang viral di media sosial. Kendaraan-kendaraan tersebut sempat diduga sebagai kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bantahan Badan Gizi Nasional
Juru Bicara BGN Tysa Novenny menyatakan bahwa motor listrik dalam rekaman video tersebut bukan milik lembaga mereka. Ia menjelaskan, pihaknya telah memeriksa dan membandingkan kendaraan di video dengan motor trail listrik pengadaan tahun 2025 yang sempat menjadi sorotan publik.
Hal tersebut disampaikan oleh Tysa saat dihubungi pada Senin (19/10), seperti dilaporkan detikcom. Ia menegaskan hasil perbandingan menunjukkan adanya perbedaan antara motor dalam video dan armada resmi mereka.
Penjelasan Kejaksaan Agung
Kejaksaan Agung turut memberikan tanggapan terkait video viral deretan motor listrik yang berada di lahan kosong dekat tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kejagung memastikan kendaraan tersebut bukan barang bukti dari kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik BGN.
Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna pada Senin (19/10), seluruh barang bukti terkait kasus itu disimpan di dalam gudang. Ia memastikan ciri-ciri fisik motor dalam video sangat berbeda dengan barang bukti yang mereka amankan.
Tanggapan Kodam Jaya
Pihak TNI melalui Kodam Jaya juga menepis dugaan bahwa deretan motor trail listrik di Kabupaten Bekasi itu merupakan milik institusi militer. Kepala Penerangan Kodam Jaya Letkol Arh Noor Iskak menegaskan kendaraan tersebut bukan milik TNI.
Letkol Arh Noor Iskak menyatakan dirinya telah memeriksa data hingga ke satuan jajaran Kodam Jaya dan memastikan tidak ada yang memiliki kendaraan tersebut. Ia juga menyarankan agar pihak yang pertama kali menyebut motor itu milik TNI dapat dikonfirmasi untuk ditelusuri lebih lanjut, seperti yang disampaikan pada Rabu (21/10).
Sumber: Berita - Detikcom








