Politik

PSI Sebut Banyak Kader Desak Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina

PSI Sebut Banyak Kader Desak Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina

Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) menyatakan menerima banyak desakan dari para kader agar Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo segera dilantik sebagai Ketua Dewan Pembina partai. Usulan tersebut mengemuka menjelang penyelenggaraan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dijadwalkan berlangsung pada bulan depan.

Desakan Kader dan Rencana Rapimnas

Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, mengatakan bahwa pihaknya menghadapi gelombang permintaan yang tinggi dari akar rumput agar sosok yang akrab disapa Jokowi tersebut masuk ke dalam struktur kepemimpinan partai. Kendati demikian, seperti dilaporkan CNN Indonesia, pembicaraan secara khusus dengan Jokowi terkait wacana pelantikan tersebut belum pernah dilakukan oleh pengurus pusat.

Karena belum ada pembahasan mendalam, Ali menyebutkan bahwa rencana pengangkatan itu juga belum dimasukkan secara resmi ke dalam agenda internal partai maupun rangkaian acara Rapimnas mendatang. Menurut rencana, pertemuan tingkat nasional tersebut akan dilangsungkan di Surabaya, Jawa Timur, bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun partai.

“Sekaligus ulang tahun partai dan Rapimnas di Surabaya. Itu momen nasional. Rangkaiannya seperti apa, nanti teman-teman media akan saksikan sendiri beberapa agenda menarik yang disiapkan panitia,” ucap Ali di kantor DPP PSI, Jakarta, Senin (19/10).

Keanggotaan Jokowi di PSI

Sebelumnya, Jokowi telah mengumumkan secara resmi bahwa dirinya telah resmi menjadi bagian dari partai tersebut sejak Oktober 2025. Namun, kartu tanda anggota (KTA) miliknya baru diperlihatkan kepada publik ketika menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI di Bandung pada Sabtu (26/9).

Menanggapi berbagai pertanyaan publik mengenai alasan keterlambatan pengumuman keanggotaannya, Jokowi menegaskan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya bergantung pada pertimbangan waktu yang tepat menurut dirinya sendiri.

“Banyak yang bertanya kok baru ditunjukkan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” kata Jokowi melalui keterangan tertulis, Minggu (27/9).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *