Metropolitan

Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Daftar Isi
  1. Potensi Ekonomi Kreatif Jakarta
  2. Penguatan Ekosistem Kreatif
  3. Apresiasi dan Dokumen Jakarta Vision

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kesiapan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi kreatif dunia. Sektor ekonomi kreatif di ibu kota dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal dengan kontribusi mencapai sekitar Rp410 triliun atau hampir 11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Potensi Ekonomi Kreatif Jakarta

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono ketika menjadi pembicara dalam The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 pada sesi bertema Jakarta Global City: Home for the Creative di Jakarta Pusat, Jumat (23/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia. Penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif, hiburan, dan festival berskala internasional disebut telah menjadi penggerak aktivitas ekonomi Jakarta.

“Ekonomi kreatif di Jakarta memberikan kontribusi cukup besar, hampir 11 persen, dengan nilai kurang lebih Rp410 triliun. Berbagai kegiatan ekonomi kreatif juga secara signifikan memberikan kontribusi bagi perekonomian Jakarta,” ucap Pramono.

Festival musik Pestapora dan konser The Weeknd, misalnya, menghasilkan perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar dalam satu akhir pekan. Selain itu, Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, sementara Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi sekitar Rp26,8 triliun.

Penguatan Ekosistem Kreatif

Pramono menilai besarnya aktivitas tersebut harus diikuti penguatan ekosistem agar manfaat ekonomi turut dirasakan pelaku UMKM, kuliner, sektor pariwisata, perhotelan, hingga masyarakat luas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen untuk tontonan film nasional.

Kebijakan tersebut diatur melalui Keputusan Gubernur Nomor 531 Tahun 2026 sebagaimana diubah dengan Keputusan Gubernur Nomor 591 Tahun 2026 untuk mendukung produsen film nasional. Pemprov DKI Jakarta juga berkontribusi dalam Jakarta Film Commission melalui layanan Filming in Jakarta guna mempermudah perizinan dan kebutuhan produksi film, serta terus mengembangkan Jakarta Creative Hub sebagai ruang pelatihan, kolaborasi, dan pengembangan usaha kreatif.

Penguatan ekosistem kreatif turut dilakukan melalui penataan kawasan Blok M sebagai ruang yang menghubungkan aktivitas komunitas, pelaku usaha lokal, dan transportasi publik. “Kami mendorong Jakarta menjadi hub baru bagi ekonomi kreatif di semua elemen. Karena itu, setiap minggunya Jakarta selalu ada event besar. Itu bisa terjadi karena kita memberikan support sepenuhnya,” tutur Gubernur Pramono.

Apresiasi dan Dokumen Jakarta Vision

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi dukungan Pemprov DKI Jakarta terhadap penyelenggaraan WCCE 2026 yang melibatkan lebih dari 6.100 peserta dari 80 negara lebih. Ia juga menyoroti lahirnya dokumen Jakarta Vision sebagai hasil pertemuan tingkat menteri yang melibatkan 38 kepala delegasi.

“Dokumen tersebut akan dibawa ke PBB. Itu juga aspirasi dari para kreator kita, termasuk pelaku ekonomi kreatif di Jakarta, terkait fairness terhadap bagi hasil di platform-platform digital, hadirnya AI, kemudian juga akses pendanaan dan akses pasar,” ujar Teuku Riefky.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *