Kriminal

Polisi Selidiki Temuan Puluhan ‘Pocong’ Berisi Tulang di Magelang

Polisi Selidiki Temuan Puluhan ‘Pocong’ Berisi Tulang di Magelang

Kepolisian Resor Magelang Kota menyelidiki penemuan puluhan bungkusan kain kafan menyerupai pocong bayi yang berserakan di daerah Canguk, Kota Magelang, Jawa Tengah. Peristiwa ini sempat memicu keresahan warga setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial Instagram.

Hasil Pemeriksaan Medis

Kepala Polres Magelang Kota AKBP Dikri Olfandi menyatakan pihaknya segera menindaklanjuti laporan temuan tulang dan kain pembungkus tersebut. Menurutnya, tidak ada indikasi kerangka manusia dalam temuan yang berasal dari tanah urukan tersebut.

Dokter Arso Pranindyo Utomo dari RSUD Tidar menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tulang-tulang dan kulit yang ditemukan. Berdasarkan autopsi sementara, ia memastikan kerangka tersebut bukan milik manusia.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, saya tadi mendapatkan mulai dari tulang rahang bawang ukuran kecil dan gigi tajamnya. Ini sangat amat tidak mungkin adalah rahang milik manusia,” ujar Arso.

Arso menambahkan, pihaknya menemukan empat tulang kering dan empat tulang paha, yang menunjukkan jumlah tidak normal bagi kerangka manusia. Selain itu, temuan kulit berbulu tebal semakin memperkuat dugaan bahwa kerangka tersebut berasal dari hewan berkaki empat seperti kucing atau anjing.

Keterangan Warga Sekitar

Ketua RW 21 Kelurahan Rejowinangun Utara Lukisno menceritakan, warga awalnya melaporkan penemuan tersebut pada Sabtu (19/10) sekitar pukul 22.00 WIB di halaman masjid yang menjadi lokasi pembuangan tanah uruk.

“Di halaman masjid itu menerima buangan brongkalan sisa-sisa bangunan (tanah uruk). Karena di situ tanahnya legok atau miring, lha menerima buangan. Ada beberapa mobil yang membuang di situ, terus setelah ada pembuangan itu ada warga kami yang mencari rongsok,” ucap Lukisno.

Ia menuturkan, warga sempat menduga bungkusan kain kafan yang diikat mori tersebut merupakan jasad bayi korban aborsi ilegal sehingga membuat warga sekitar merasa ketakutan dan tidak berani membukanya. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian memasang garis polisi dan mengambil sampel bungkusan untuk diperiksa.

Setelah dokter forensik dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, Lukisno mengaku warga kini sudah merasa tenang dan lega karena mendapat kepastian bahwa bungkusan tersebut bukan berisi jasad bayi.

Polisi memastikan seluruh tulang-belulang yang ditemukan dalam bungkusan tersebut akan segera dikuburkan agar tidak lagi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *