Pendidikan

Ketum PNKT Puji Inovasi Sosial dan Prestasi Siswa di BBNKT 2026

Ketum PNKT Puji Inovasi Sosial dan Prestasi Siswa di BBNKT 2026
Daftar Isi
  1. Apresiasi Inovasi Sosial dan Pekan Inovasi
  2. Prestasi Siswa Sekolah Rakyat
  3. Kolaborasi dan Penghargaan Kepala Daerah

Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT), Budisatrio Djiwandono memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi sosial yang dikembangkan oleh pemuda dan masyarakat. Penghargaan tersebut disampaikan dalam malam penganugerahan Bulan Bakti Nasional Karang Taruna (BBNKT) 2026 di Yogyakarta, Jumat (23/10).

Apresiasi Inovasi Sosial dan Pekan Inovasi

Rangkaian kegiatan yang mengusung tema ‘Bersatu, Bergerak, Berdampak’ ini menjadi wadah penghargaan bagi pemuda Karang Taruna atas karya serta kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Seperti dilaporkan detikcom, Budisatrio menyampaikan harapannya agar kreativitas masyarakat lewat Pekan Inovasi Sosial dapat memberikan dampak luas.

“Kepada semua yang mengikuti Pekan Inovasi Sosial DIY, semoga inovasi ini bisa berdampak kepada masyarakat luas,” ujar Budisatrio dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Sepuluh karya terbaik dalam Pekan Inovasi Sosial 2026 mencakup berbagai solusi di bidang lingkungan, peternakan, pertanian, hingga pemberdayaan ekonomi. Lima karya terbaik atau Top 5 adalah ‘Dari Sampah Organik Menjadi Siklus Pangan’ oleh Anggun Tri Cahyanto, ‘Biokonversi Sampah Organik’ oleh Dimas Febrianta Nugroho, ‘Lingkungan Hidup Pariwisata’ oleh Eko Sujarno, ‘Laboratorium Sedusun’ oleh Kris Meilda Setiawati, serta ‘Aquaponik Drum’ oleh Mona Losinta.

Sementara itu, lima karya lainnya yang melengkapi jajaran Top 10 meliputi ‘Edukasi Pertanian Rombo Depok’ karya Arif Rahman O, ‘Terkam (Ternak Kambing) Terpadu’ karya Marini, ‘Sego Warisan Simbah’ karya Miarsih, ‘Kalfis’ karya Muh Ahsanul Fikri, serta ‘Budidaya Bebek Petelur Terpadu’ karya Surono. Para inovator Top 5 menerima uang pembinaan sebesar Rp 10 Juta, sedangkan inovator Top 10 mendapatkan Rp 5 Juta sebagai dorongan untuk memperluas manfaat gagasan mereka.

Prestasi Siswa Sekolah Rakyat

Selain inovasi sosial, Budisatrio turut menyatakan kebanggaannya terhadap prestasi para siswa Sekolah Rakyat dalam ajang Olimpiade Bahasa Asing. Ia menilai latar belakang ekonomi bukanlah halangan bagi anak-anak untuk berprestasi apabila mereka memperoleh kesempatan yang setara.

“Saya sangat berbahagia dan bangga melihat putra-putri kita tidak kalah dari sekolah lain. Mungkin latar belakang mereka kurang mampu, tetapi mereka menunjukkan bahwa mereka setara dan mampu berprestasi jika diberikan kesempatan,” ucap Budisatrio.

Dalam kategori Bahasa Inggris, juara pertama diraih Misfan Nazriel dari SRMA 13 Bekasi, juara kedua Novia Ariyani dari SRMA 38 Lombok Timur, juara ketiga Andi Melisa S dari SRT 33 Tanjungpinang, dan juara harapan pertama Liana dari SRT 1 Gresik. Untuk kategori Bahasa Arab, juara pertama diraih Andi Zahra Syahwah dari SRT 1 Jakarta Pusat, juara kedua Muh Fathur Rahman dari SRMA 38 Lombok Timur, juara ketiga Hazmi Ariansyah dari SRT 2 Kota Banjarbaru, serta juara harapan pertama Sabri Maulana Fajar dari SRMA 6 Kota Bengkulu.

Adapun pada kategori Bahasa Mandarin, juara pertama diraih Siti Safarahayu dari SRMA 31 Pekanbaru, juara kedua Ferdin Radiel Zebua dari SRMA 4 Padang, juara ketiga Nur Asyifa Syafira dari SRT 1 Buton Tengah, serta juara harapan pertama Meyda Nur Aisyiah dari SRMA 2 Samarinda. Para pemenang olimpiade ini juga memperoleh bantuan berupa Rumah Sejahtera Terpadu (RST), uang tunai, dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) guna mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.

Kolaborasi dan Penghargaan Kepala Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Budisatrio mengingatkan kembali bahwa Karang Taruna tumbuh secara organik dari kesadaran masyarakat kecil di Jakarta hingga menjangkau berbagai desa di seluruh nusantara. Perjalanan tersebut membuktikan pentingnya semangat gotong royong yang tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi antara individu, kelompok, pemerintah, serta berbagai pihak terkait.

Sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi tersebut, apresiasi turut diberikan kepada kepala daerah selaku pembina umum Karang Taruna tingkat kabupaten. Lima kepala daerah yang menerima penghargaan berasal dari Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bali.

Budisatrio menutup rangkaian kegiatan dengan mengajak seluruh kader Karang Taruna untuk memperkokoh semangat kebersamaan, mengenang jasa para pahlawan, serta membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda agar terus berkontribusi nyata dalam pembangunan nasional.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *