Politik

Kemenbud Beberkan Capaian 2 Tahun dari Pelestarian hingga Diplomasi

Kemenbud Beberkan Capaian 2 Tahun dari Pelestarian hingga Diplomasi
Daftar Isi
  1. Pelindungan Budaya dan Penguatan Daerah
  2. Diplomasi Internasional dan Pemulangan Warisan Budaya
  3. Pengembangan Talenta dan Ekonomi Budaya

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memaparkan capaian dua tahun pertama kementerian yang berdiri sebagai lembaga tersendiri pada 2024 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama kementerian diarahkan pada pelindungan budaya, diplomasi dan kerja sama, serta pengembangan dan pemanfaatan budaya untuk memperkuat posisi kebudayaan sebagai fondasi pembangunan.

Pelindungan Budaya dan Penguatan Daerah

Kemenbud mencatat peningkatan Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional dari 10 penetapan pada 2024 menjadi 85 penetapan pada 2025, dan mencapai 7.471 penetapan hingga awal Oktober 2026. Untuk Warisan Budaya Takbenda Indonesia, capaian meningkat dari 272 penetapan pada 2024 menjadi 550 penetapan hingga September 2026. Pelestarian fisik juga dilakukan melalui pemugaran Istana Dalam Loka di Nusa Tenggara Barat, revitalisasi Rumah Tabuik di Sumatera Barat, serta program revitalisasi 21 istana dan keraton pada 2026. Selain itu, Gerakan Seniman Masuk Sekolah menjangkau 216 sekolah dengan 3.521 peserta didik hingga September 2026.

Jaringan unit pelaksana teknis di daerah diperkuat melalui 30 Balai Pelestarian Kebudayaan dan tiga Kantor Pelestarian Kebudayaan berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan Nomor 2 Tahun 2026. Penguatan daerah ini didukung alokasi Dana IndonesiaRaya senilai Rp500 miliar pada 2026 dari hasil pengelolaan Dana Abadi Kebudayaan. Pada 2025, porsi penerima manfaat di daerah dengan Indeks Pembangunan Kebudayaan di bawah rata-rata nasional mencapai 58 persen.

Diplomasi Internasional dan Pemulangan Warisan Budaya

Upaya diplomasi internasional Kemenbud ditandai dengan pemulangan empat objek Koleksi Dubois dari Belanda dan empat benda budaya dari New York pada 2025, termasuk Arca Puspatara. Langkah tersebut dilanjutkan dengan kesepakatan repatriasi 30.190 objek Koleksi Dubois pada 2026 serta 20 benda budaya bersejarah lainnya dari Belanda. Pada bidang Warisan Dunia, Warisan Megalitik di Kawasan Lore Lindu dan Jalur Perniagaan Rempah Abad XIII-XVIII masuk dalam Tentative List UNESCO pada 2025, sementara Indonesia juga terpilih menjadi anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO periode 2026-2030.

Promosi budaya diperkuat lewat Rumah Budaya Indonesia di 12 negara pada 2025, penyelenggaraan Paviliun Indonesia di Venice Biennale Arte ke-61, serta persiapan Indonesia Cultural Megadiversity di Amerika Serikat pada November 2026. Kemitraan internasional turut diperluas melalui 11 forum kerja sama dan penandatanganan 13 dokumen kerja sama pada 2025.

Pengembangan Talenta dan Ekonomi Budaya

Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya mencatat pembinaan terhadap 5.711 talenta pada 2025 dan memperluas jangkauannya hingga 52.055 talenta melalui 214 program pada 2026. Akses publik di bidang film diperluas lewat program Layar Indonesiana yang menghasilkan 10 film pendek dari 553 proposal pada 2025, serta 85 pemutaran film nasional hingga Oktober 2026. Festival Musik Tradisi Indonesia juga diperluas pelaksanaannya untuk menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Kemenbud menempatkan ekonomi budaya sebagai potensi strategis yang diarahkan pada peningkatan pendapatan, kualitas pekerjaan, serta keberlanjutan usaha. Arah tersebut dirumuskan dalam Kegiatan Prioritas Kemenbud Tahun 2027 mengenai penguatan ekosistem kebudayaan guna mendukung pertumbuhan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *