Politik

Empat Tokoh Berlatar Belakang Santri di Kabinet Prabowo-Gibran

Empat Tokoh Berlatar Belakang Santri di Kabinet Prabowo-Gibran
Daftar Isi
  1. Nasaruddin Umar
  2. Saifullah Yusuf
  3. Raja Juli Antoni
  4. Muhaimin Iskandar

Pendidikan pesantren kerap diidentikkan dengan pendalaman ilmu agama serta persiapan diri menjadi pendidik atau pendakwah. Namun, perjalanan sejumlah figur membuktikan bahwa pengalaman menimba ilmu di pondok pesantren dapat menjadi landasan bagi beragam profesi, termasuk menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Dalam Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terdapat sejumlah menteri yang mempunyai latar belakang pendidikan pesantren. Mereka datang dari latar belakang dan jalur pendidikan yang berbeda sebelum akhirnya masuk ke jajaran pengambil kebijakan negara.

Nasaruddin Umar

Nama Nasaruddin Umar sangat lekat dengan dunia pemikiran Islam dan pendidikan. Sebelum dipercaya menjabat sebagai Menteri Agama oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024, ia dikenal luas sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal serta guru besar bidang tafsir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Riwayat pendidikannya dimulai di Sulawesi Selatan dengan menempuh pendidikan di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo. Berdasarkan profil dari Kompas.com, ia sempat mengenyam pendidikan guru agama di pesantren tersebut sebelum melanjutkan studi tingkat sarjana di IAIN Alauddin Ujung Pandang yang rampung pada 1984, lalu merampungkan studi doktoral di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998.

Kecakapan Nasaruddin dalam urusan pemerintahan bukan hal baru karena ia pernah menduduki posisi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama periode 2006–2012 dan Wakil Menteri Agama pada 2011–2014. Profil resmi Kementerian Agama mencatat berbagai peran pentingnya di lembaga keagamaan dan pendidikan.

Saifullah Yusuf

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul merupakan figur berikutnya yang mempunyai latar belakang pendidikan pesantren. Menteri Sosial di Kabinet Merah Putih ini merupakan sosok yang lama berkecimpung di lingkungan Nahdlatul Ulama serta dunia politik nasional.

Gus Ipul pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, serta Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Selepas itu, ia membangun karier melalui jalur organisasi dan politik, mulai dari menjadi anggota DPR, Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, hingga Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di tingkat daerah, ia pernah mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur selama dua periode mendampingi Soekarwo pada rentang 2009–2019, serta menjabat sebagai Wali Kota Pasuruan pada 2021–2024. Penunjukannya sebagai Menteri Sosial menempatkannya pada ranah perlindungan sosial, penanganan kelompok rentan, serta program kesejahteraan masyarakat.

Raja Juli Antoni

Jalur pendidikan yang berbeda ditempuh oleh Raja Juli Antoni yang kini memegang posisi sebagai Menteri Kehutanan. Ia merupakan alumnus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut, Jawa Barat, tempat ia menjalani masa belajar selama enam tahun sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi.

Merujuk profil dari Muhammadiyah.or.id, Raja Juli memperoleh gelar sarjana untuk bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2001. Ia kemudian melanjutkan jenjang magister di University of Bradford, Inggris, lewat beasiswa Chevening, serta meraih gelar doktor dari University of Queensland, Australia.

Sebelum bergabung ke dalam kabinet, Raja Juli aktif sebagai aktivis Muhammadiyah dan pernah memegang tampuk pimpinan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah periode 2000–2002. Perjalanan kariernya di pemerintahan juga mencakup jabatan sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional pada kabinet sebelumnya, sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Kehutanan pada Oktober 2024.

Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar atau yang kerap disapa Cak Imin melengkapi daftar tokoh berlatar belakang santri di Kabinet Merah Putih. Ia menempuh pendidikan dasar di Jombang, Jawa Timur, kemudian melanjutkan sekolah menengah pertama di Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Jombang, serta menamatkan pendidikan menengah atas di Madrasah Aliyah Negeri 1 Jombang.

Karier politik Cak Imin bertumbuh melalui organisasi mahasiswa ketika ia memimpin Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada 1994. Ia kemudian terlibat dalam membidani kelahiran Partai Kebangkitan Bangsa dan mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya sebagai Wakil Ketua DPR serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran, Muhaimin ditugaskan sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang mengoordinasikan berbagai program pemberdayaan lintas kementerian dan lembaga. Perjalanan hidup para tokoh tersebut menegaskan bahwa latar belakang pesantren dapat berpadu dengan pengalaman organisasi serta politik untuk mengantarkan seseorang berkiprah di panggung pemerintahan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *