Nasional

BMKG Ungkap Pemicu Hujan Es Hebohkan Lampung Barat

BMKG Ungkap Pemicu Hujan Es Hebohkan Lampung Barat

Fenomena hujan es secara mendadak melanda sejumlah kawasan di Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Lampung mengungkapkan bahwa peristiwa alam tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sangat intens.

Proses Terbentuknya Hujan Es

Forecaster on Duty BMKG Lampung, Iqbal Arief Pangestu, menjelaskan bahwa pembentukan butiran es terjadi di dalam awan Cumulonimbus. Awan itu mempunyai arus udara naik atau updraft dengan kekuatan besar yang sanggup mengangkat butiran air menuju lapisan atmosfer bersuhu di bawah titik beku.

“Butiran air tersebut kemudian membeku dan mengalami proses di dalam awan hingga akhirnya jatuh ke permukaan bumi sebagai hujan es,” ujar Iqbal seperti dilaporkan detikSumbagsel pada Senin (2/11/2026).

Lebih lanjut, Iqbal menuturkan bahwa ketidakstabilan kondisi atmosfer memegang peranan penting dalam pembentukan fenomena ini. Faktor ketersediaan uap air serta kondisi topografi lokal di wilayah Lampung Barat turut mendukung pertumbuhan awan konvektif berintensitas kuat tersebut.

Dampak dan Wilayah Terdampak

Peristiwa hujan es di Kecamatan Balik Bukit terjadi pada Minggu (1/11) sore tepat pukul 15.21 WIB. Butiran es yang turun berukuran sekitar sebesar kelereng dan turun bersamaan dengan guyuran hujan lebat, hembusan angin kencang, serta sambaran petir.

Komandan Kodim 0422/Lampung Barat, Letkol Inf Rizky Kurniawan, menyatakan bahwa terdapat setidaknya enam wilayah yang mengalami dampak dari fenomena cuaca ekstrem itu. Enam wilayah tersebut meliputi Pekon Watas, Gunungsugih, Padang Dalom, Padang Hanakau, Kelurahan Waymengaku, serta Kelurahan Pasar Liwa.

Kejadian hujan es ini berlangsung selama kurang lebih 10 sampai 15 menit. Kemunculan butiran es yang jatuh menimpa halaman rumah dan badan jalan sempat membuat kaget warga setempat, sehingga banyak dari mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk melihat langsung fenomena langka tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *