Nama AKBP Netty Rosdiana Siagian mendadak menjadi sorotan publik setelah menyatakan pengunduran dirinya dari institusi Polri. Wanita kelahiran Medan tahun 1970 ini memutuskan mundur terhitung mulai tanggal 1 September 2026, di tengah jabatannya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Profil Suami AKBP Netty, Brigjen Pol Puji Santosa
Keputusan mundur AKBP Netty turut membuat sosok suaminya menjadi perhatian publik. Suami Netty merupakan seorang perwira tinggi kepolisian aktif bernama Brigjen Pol Puji Santosa yang memiliki rekam jejak panjang serta pengalaman luas di bidang Brigade Mobil.
Pria kelahiran Banyumas tanggal 9 Juli 1968 tersebut merupakan alumnus Akademi Kepolisian tahun 1993. Puji Santosa resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu sejak tanggal 29 November 2024 usai dilantik sebagai Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Staf Utama Operasi Mabes Polri.
Selain jabatan tersebut, Puji Santosa pernah mengemban sejumlah posisi penting termasuk Kepala Biro Operasi Polda Jawa Timur pada tahun 2020. Ia juga pernah bertugas di Satuan Brimob Polda Kalimantan Selatan serta Lampung, dan terlibat dalam Satgas Nemangkawi di Papua yang kini bernama Satgas Damai Cartenz guna menumpas kelompok kriminal bersenjata dan memulihkan keamanan.
Alasan Pengunduran Diri AKBP Netty
Sebelumnya seperti dilaporkan Liputan6.com, AKBP Netty mengungkapkan alasan pengunduran dirinya melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang matang serta atas kemauan pribadi tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Netty menuturkan bahwa dirinya merasa berat untuk meninggalkan institusi kepolisian yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Kendati demikian, ia merasa harus mengambil langkah tersebut karena tatanan yang ada dinilai tidak lagi sejalan dengan hati nuraninya.
Ia menegaskan bahwa langkah mundur yang diambil bukan berarti dirinya kehilangan keberanian dalam memegang prinsip hidup. Menurutnya, melepaskan seragam dan jabatan jauh lebih baik daripada harus mengorbankan harga diri serta kebenaran.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








