Kriminal

Pura-pura Hamil, Pasutri di Bontang Kuburkan Bantal

Pura-pura Hamil, Pasutri di Bontang Kuburkan Bantal

Seorang wanita di Kota Bontang, Kalimantan Timur, merekayasa kehamilan hingga pemakaman bayi karena takut dicap tidak bisa hamil oleh mertuanya. Terungkap bahwa bungkusan kain kafan yang sempat dikuburkan warga ternyata bukan jasad bayi, melainkan bantal dan guling.

Kronologi Rekayasa Kehamilan dan Kecurigaan Warga

Berdasarkan laporan detikKalimantan, wanita berinisial AR tersebut mengaku telah hamil selama kurang lebih 10 bulan. Dia kemudian mengabarkan kepada keluarganya bahwa bayinya meninggal dunia pada saat proses persalinan.

Kecurigaan dari warga serta tokoh agama setempat muncul ketika prosesi pemakaman sedang berlangsung. Warga kemudian meminta agar bungkusan yang sudah dikafani tersebut dibuka terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke liang lahat.

Ketika diperiksa, bungkusan kain kafan itu ternyata berisi bantal dan guling berwarna merah muda. Benda tersebut sama sekali bukan jasad bayi seperti yang sebelumnya diceritakan oleh AR kepada keluarga.

Klarifikasi Polisi dan Motif Pelaku

Polres Bontang memfasilitasi pertemuan antara AR, suaminya berinisial DN, keluarga dari kedua belah pihak, serta perwakilan dari RS Yabis guna mengklarifikasi persoalan tersebut.

Kasi Humas Polres Bontang Dany Purwantoro menyatakan, berdasarkan hasil klarifikasi, peristiwa itu diakui sebagai rekayasa yang sengaja dilakukan oleh AR bersama suaminya. Pasangan suami istri tersebut membuat cerita kehamilan hingga kabar kematian bayi karena AR takut dianggap tidak bisa hamil oleh keluarga serta keluarga mertuanya.

Kepolisian turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Masyarakat diimbau untuk lebih bijak bermedia sosial. Jangan terburu-buru menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” kata Dany pada Senin (2/11/2026).

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *