Sebuah bencana tanah longsor menerjang Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (31/10). Peristiwa tersebut merobohkan sebuah rumah dan menewaskan dua orang penghuninya yang merupakan ayah dan anak.
Kronologi Kejadian dan Proses Evakuasi
Dua korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Imron Rosadi berusia 40 tahun serta anaknya, Hilya, yang berumur 9 tahun. Musibah ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur kawasan Kecamatan Pronojiwo sejak Jumat (30/10) siang hingga Sabtu dini hari.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, memaparkan bahwa material tanah mulai menimbun kediaman korban sekitar pukul 02.10 WIB. Namun, warga di sekitar lokasi belum berani mendekat untuk memberikan bantuan lantaran hujan deras masih berlangsung, kondisi berkabut tebal, serta jaringan listrik dalam keadaan padam.
Masyarakat setempat baru bergerak menyisir lokasi reruntuhan setelah cuaca mulai reda pada pukul 04.30 WIB. Saat ditemukan di balik timbunan tanah, Imron dan Hilya sudah dalam keadaan tak bernyawa. Peristiwa tersebut lantas dilaporkan kepada aparat keamanan dan perangkat desa sekitar pukul 05.00 WIB untuk memulai proses evakuasi.
Jenazah kedua korban selanjutnya dipindahkan ke rumah orang tua Imron di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, untuk kemudian dimakamkan di kampung halaman keluarga tersebut.
Dampak Kerusakan dan Potensi Bahaya Susulan
Longsoran yang menimpa tempat tinggal korban berasal dari tebing setinggi 10 meter dengan panjang area titik longsor mencapai 8 meter. Benturan material menghancurkan sejumlah ruang bangunan, meliputi area dapur, kamar mandi, kamar belakang, hingga gudang rumah Imron.
Selain merusak rumah korban, pagar milik tetangga bernama Soleman yang berada di atas tebing ikut ambrol dan memperparah kerusakan. Timbunan tanah longsor juga mengenai area dapur milik warga lain bernama Wardi yang bertetangga dengan korban.
Menanggapi kejadian ini, BPBD Lumajang meminta masyarakat yang bermukim di daerah rawan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Isnugroho mengingatkan bahwa sebagian area permukiman di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, berada tepat di lereng tebing yang cukup tinggi sehingga berisiko tinggi terdampak longsor saat terjadi hujan deras.








