Pendidikan

Prabowo Ungkap Alasan SMA Taruna Nusantara Bukan Sekolah Elitis

Prabowo Ungkap Alasan SMA Taruna Nusantara Bukan Sekolah Elitis

Presiden Prabowo Subianto menanggapi pandangan miring yang menyebut SMA Taruna Nusantara sebagai sekolah yang terkesan elitis. Menurut Prabowo, lembaga pendidikan tersebut sesungguhnya dibentuk untuk mencari serta mendidik bibit-bibit unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Indonesia.

Tujuan Pencarian Bibit Unggul Bangsa

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, seperti disaksikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (30/10/2026). Prabowo menjelaskan bahwa keberadaan sekolah tersebut diibaratkan seperti lembaga kaderisasi atlet yang dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi ajang Olimpiade.

Negara, kata Prabowo, memerlukan sistem pembinaan serupa untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul di berbagai bidang penting. Ia mencontohkan kebutuhan mendesak akan insinyur, ilmuwan, dokter, ahli biologi, hingga penemu teknologi yang hebat untuk kesuksesan sebuah bangsa.

Talenta-talenta luar biasa tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan muncul begitu saja tanpa adanya upaya pencarian yang aktif. Prabowo berharap para siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut nantinya mampu menghasilkan karya nyata, penemuan, serta memberikan manfaat luas bagi negara.

Kaderisasi dan Kiprah Alumni di Kabinet

Sekolah yang pertama kali didirikan di Magelang pada tahun 1990 oleh Panglima ABRI saat itu, Benny Moerdani, kini telah melahirkan banyak figur penting. Prabowo menyebutkan bahwa para alumni SMA Taruna Nusantara telah menduduki sejumlah posisi strategis di jajaran pemerintahannya, mulai dari menteri koordinator, menteri, hingga kepala lembaga negara.

Para pejabat tinggi yang merupakan lulusan sekolah tersebut antara lain menteri koordinator, menteri, mensesneg, seskab, kepala BMKG, kepala BNPB, hingga kepala Badan Gizi Nasional.

Prabowo menambahkan bahwa kinerja para pembantunya di kabinet yang berasal dari lulusan SMA Taruna Nusantara menunjukkan hasil yang baik. Ia mengaku sengaja memberikan nilai baik alih-alih nilai tertinggi agar para alumni tetap memiliki motivasi tinggi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *