Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah gudang pengolahan pinang di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, yang disamarkan menjadi tempat penyimpanan narkoba. Dari penggerebekan tersebut, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika dalam jumlah besar.
Penggerebekan Gudang Pertama
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha menjelaskan bahwa pengungkapan ini bermula dari hasil penyelidikan kasus sebelumnya di kawasan Sei Semayang beberapa waktu lalu. Dari kasus itu, polisi mendapati petunjuk bahwa pasokan narkoba berasal dari Malaysia yang transit terlebih dahulu di tempat pengolahan pinang tersebut.
Dalam penggerebekan di lokasi pertama, seperti dilaporkan CNN Indonesia, petugas menangkap seorang pria berinisial PS (34) yang berperan sebagai bandar sekaligus pengelola gudang. Saat diamankan, pelaku sempat mengelak dan tidak mau menunjukkan lokasi barang haram tersebut.
Petugas kemudian menggeledah ruangan dan mendapati narkotika yang disembunyikan di dalam sebuah sofa dengan bagian belakang yang telah dimodifikasi. Di tempat itu, ditemukan tiga kilogram sabu serta lebih dari 400 buah vape narkoba.
Penemuan Gudang Kedua dan Buron Warga Malaysia
Selepas menangkap tersangka pertama, polisi melakukan pengembangan dan mendatangi lokasi penyimpanan kedua pada Selasa (20/10) malam. Gudang kedua ini terletak di sebuah rumah sewa di Kecamatan Pancur Batu.
Di lokasi kedua, aparat menyita 10.000 butir pil ekstasi serta lebih dari 1.000 vape narkoba yang disimpan di dalam salah satu kamar. Total keseluruhan barang bukti dari kedua tempat tersebut mencapai tiga kilogram sabu, 10.000 butir pil ekstasi, dan 1.778 vape narkoba dengan nilai ekonomis mencapai Rp10 miliar, yang diperkirakan dapat menyelamatkan lebih dari 23 ribu jiwa.
Saat ini, pihak kepolisian sedang memburu seorang warga negara Malaysia berinisial SB yang bertindak sebagai pemasok dalam jaringan ini. Kepolisian berkomitmen untuk memutus rantai peredaran narkoba dengan berkoordinasi bersama pihak kedutaan dan Kepolisian Malaysia.







