Pihak keluarga bersama kuasa hukum mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) di Jakarta Selatan pada Rabu (28/10). Kedatangan tersebut bertujuan untuk menanyakan kelanjutan kasus penembakan yang menewaskan Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai.
Pertanyakan Perkembangan Surat dan Desak Pengusutan
Ardy Mbalembout selaku kuasa hukum korban mengatakan pihaknya telah menyerahkan surat kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada hari sebelumnya. Kedatangan mereka ke Mabes Polri dimaksudkan untuk menindaklanjuti surat tersebut.
Ardy menjelaskan bahwa pihaknya sempat dijadwalkan untuk bertemu, namun terdapat kendala teknis sehingga staf khusus dan Sespri mengatur ulang jadwal pertemuan tersebut seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Ardy meminta agar Suyudi mengusut tuntas peristiwa pembunuhan berencana yang menyebabkan kematian Valdo. Pihaknya juga memohon perlindungan hukum terkait penanganan perkara yang diatensi sejak Senin (19/10), agar Propam Polda Metro Jaya bekerja secara profesional.
Petrus Bala Pattyona yang juga bertindak sebagai kuasa hukum korban menambahkan, pihak keluarga mempertanyakan alasan kepolisian yang belum merilis kasus tersebut ke publik sejak kejadian pada tanggal 16 Oktober.
Kronologi dan Status Tersangka
Peristiwa penembakan tersebut terjadi di Markas Komando Polairud (Mako Polairud) Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan pada Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB. Korban yang merupakan anggota Direktorat Kepolisian Udara (Ditpoludara) itu tewas setelah ditembak oleh juniornya sendiri, Bharada Andika Rahmadani.
Pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Penyidik masih terus mendalami rangkaian peristiwa untuk mengungkap fakta serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Polda Metro Jaya juga menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, objektif, dan akuntabel, serta setiap perkembangannya akan disampaikan kepada publik.








