Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sekaligus Ketua Umum Tim Penggerak (TP) PKK dan Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian mendorong penguatan efisiensi anggaran melalui integrasi rapat kerja tiga lembaga pemberdayaan masyarakat dalam satu forum terpadu.
Integrasi Rapat Kerja untuk Efisiensi Anggaran
Langkah penyatuan forum rapat kerja ini diharapkan dapat menyelaraskan pelaksanaan program, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti dilaporkan CNN Indonesia. Hal tersebut disampaikan Tri dalam kegiatan Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Kota Denpasar, Bali, pada Kamis (22/10).
Menurut Tri, penggabungan rapat kerja tiga lembaga ini baru pertama kalinya dilakukan dengan harapan dapat menghemat anggaran tanpa mengurangi makna dari substansi rapat kerja itu sendiri. Ia menjelaskan, pengintegrasian ini merupakan upaya menyatukan tiga tanggung jawab kelembagaan yang diemban secara ex-officio oleh para pendamping kepala daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota agar koordinasi semakin efektif.
Strategi Regulasi dan Dukungan Penganggaran
Dalam forum yang sama, Kementerian Dalam Negeri bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Badan Gizi Nasional turut memaparkan strategi penguatan regulasi serta dukungan penganggaran daerah. Upaya tersebut ditujukan untuk menunjang keberlanjutan program Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu supaya dapat berjalan secara optimal di berbagai wilayah.
Tri menegaskan bahwa penyatuan forum rapat kerja tidak sekadar berorientasi pada efisiensi anggaran dan konsolidasi organisasi semata. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan inovasi serta program yang relevan dengan kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan.
Selain itu, Tri memberikan apresiasi kepada para pengurus dan kader di daerah yang terus berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat, di mana kolaborasi yang kuat antarlembaga menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan perajin, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.








