Pendidikan

Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Perkuat Ruang Aman Siswa

Setahun Sekolah Rakyat, Kemensos Perkuat Ruang Aman Siswa

Kementerian Sosial melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama satu tahun guna menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif dan bebas dari kekerasan. Langkah penguatan ruang aman ini dilakukan untuk melindungi masa depan anak-anak dari keluarga prasejahtera yang menempuh pendidikan di fasilitas terpadu tersebut.

Evaluasi dan Mitigasi Sosial di Asrama

Sistem asrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat melibatkan interaksi intensif antar siswa dengan berbagai latar belakang, sehingga membutuhkan mitigasi sosial serta pendampingan psikologis mendalam. Kemensos langsung bergerak melakukan evaluasi berkala sebagai respons atas catatan dan insiden penyesuaian sosial yang terjadi di beberapa lokasi operasional seperti di Pati dan Mamuju.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa setiap permasalahan yang melibatkan siswa ditangani secara profesional dengan memprioritaskan rehabilitasi psikososial dan perlindungan anak. “Tentu kita akan coba mencarikan solusi terbaik. Kita tidak akan juga membiarkan, tapi kita akan carikan solusi terbaik. Dan ini menjadi bahan evaluasi buat kami juga,” kata Gus Ipul kepada detikcom pada Sabtu (24/10/2026).

Komitmen serupa disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Pusdiklatbangprov Kementerian Sosial, Afrizon Tandjung, yang menyebut dinamika adaptasi dalam kehidupan asrama sebagai bahan refleksi untuk memperketat standar pengasuhan. Pihaknya memastikan penanganan medis dan pendampingan psikologis bagi siswa yang terlibat telah berjalan dengan optimal.

“Sekolah Rakyat hadir untuk menjaga harapan dan masa depan anak-anak. Karena itu, setiap persoalan harus kita selesaikan dengan baik, setiap kekurangan harus kita perbaiki, dan setiap anak harus tetap kita lindungi,” ujar Afrizon.

Optimalisasi Tenaga Pendidik dan Pengawasan Berlapis

Sebagai bentuk mitigasi jangka panjang, Kemensos memaksimalkan peran tenaga pendidik, wali asrama, serta wali asuh agar memiliki kepekaan tinggi terhadap kondisi psikologis para siswa. Ekosistem pendidikan ini dirancang tidak hanya sebagai pusat transfer ilmu, tetapi juga berfungsi sebagai rumah kedua yang menanamkan nilai empati, toleransi, dan karakter positif.

Seluruh guru dan tenaga kependidikan mendapatkan instruksi untuk mengutamakan pendekatan humanis serta menjadi teladan dalam mencegah potensi kesalahpahaman antar siswa. Standar pengawasan berlapis ini diterapkan agar target melahirkan generasi unggul dari berbagai wilayah dapat tercapai tanpa mengorbankan aspek keselamatan anak.

Seluruh rangkaian acara Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat di Makassar yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 mendatang dapat disaksikan melalui siaran langsung di detikcom.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *