Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan fasilitas jembatan penyeberangan orang (JPO) Kota Bambu, Jakarta Barat, bakal diperbaiki. Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya laporan masyarakat karena jembatan tersebut tidak ramah bagi penyandang disabilitas.
Perintah Perbaikan JPO Menuju Rumah Sakit
Pramono menjelaskan bahwa dirinya telah memberikan instruksi langsung kepada Dinas Bina Marga untuk segera melaksanakan perbaikan pada JPO tersebut. Dia menambahkan, infrastruktur penyeberangan itu merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat yang ingin menuju fasilitas kesehatan.
Ia menyampaikan hal tersebut usai menghadiri peresmian Gereja Masehi Advent di Jakarta Timur pada Minggu (25/10/2026). “Ya, kemarin kami sudah meminta kepada Dinas Bina Marga karena di sana itu kan ada beberapa rumah sakit sehingga sering kali ada keluhan, terutama para disabilitas, segera akan kita perbaiki,” ujar Pramono seperti dilaporkan detikcom.
Sebagai informasi, JPO Kota Bambu terletak di dekat sejumlah rumah sakit besar. Jembatan tersebut berfungsi sebagai jalur akses bagi pejalan kaki yang hendak menuju Rumah Sakit Harapan Kita maupun Rumah Sakit Dharmais.
Penataan dan Pembongkaran JPO di Jakarta
Sebelumnya, Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai program untuk menata sejumlah jembatan penyeberangan orang di Ibu Kota. Sebagian dari pekerjaan penataan dan perbaikan tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.
Program penataan fasilitas itu telah disiapkan melalui Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Selain melakukan penataan, pemerintah daerah juga berencana membongkar beberapa JPO yang dinilai sudah tidak berfungsi dengan baik.
“Untuk JPO sudah menjadi program pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga bahwa ada sebagian memang pelaksanaannya baru pada awal tahun depan,” ucap Pramono di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (23/10).
Menurut keterangannya, beberapa jembatan yang direncanakan untuk dibongkar belum sempat dieksekusi lantaran jadwal pembongkaran memang diagendakan pada Oktober hingga November 2026.
“Dan itu kan sama sekali tidak mengganggu transportasi yang ada dan juga orang, karena memang JPO itu sebenarnya betul-betul sudah tidak berfungsi dengan baik, tidak difungsikanlah,” tuturnya.
Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera merampungkan proses pembongkaran jembatan yang sudah tidak berfungsi tersebut. Penataan JPO ini menjadi bagian dari program pembenahan fasilitas pejalan kaki di Jakarta, menyusul sorotan publik terhadap sejumlah jembatan yang dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi lapangan seperti di Jati Padang hingga Kota Bambu.
Sumber: Berita - Detikcom








