Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa sejumlah proyek pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Ibu Kota dilaksanakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seperti dilaporkan detikcom, hal tersebut disampaikan Pramono saat meresmikan Gereja Masehi Advent di Jakarta Timur pada Minggu (25/10).
Dampak Acara Internasional dan Hiburan
Pramono menjelaskan bahwa maraknya penyelenggaraan acara berskala internasional, mulai dari konser musik hingga ajang lari, memberikan pemasukan bernilai ekonomi bagi Jakarta. Perputaran dana dari berbagai kegiatan tersebut menjadi amunisi tambahan bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran.
Beberapa acara besar yang disinggung di antaranya konser musisi Amerika Serikat, Kanye West atau Ye, di Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (24/10) yang didatangi sekitar 60.000 penonton, dengan 30.000 di antaranya merupakan warga negara asing. Selain itu, ajang Jakarta Running Festival (JRF) diikuti oleh 37.000 peserta dari 48 negara, termasuk 1.000 warga asing. Ada pula konser The Weeknd selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS) yang menarik lebih dari 60.000 pengunjung per hari, serta festival Pestapora di Kemayoran dengan perputaran ekonomi mencapai Rp250 miliar.
Renovasi Semanggi dan Bundaran HI Tanpa APBD
Menurut Pramono, iklim acara yang transparan dan menyenangkan membuat Jakarta mampu menarik minat publik serta dunia usaha. Hasilnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membuat terobosan agar sebagian proyek infrastruktur tetap berjalan tanpa harus membebani anggaran daerah.
Pramono menegaskan bahwa langkah inovatif ini menjadi solusi di tengah tekanan ekonomi daerah. “Contohnya kalau bapak-bapak ke Semanggi, sekarang ini Semanggi sedang kita renovasi. Kemudian Bundaran HI juga kita lakukan renovasi, Bundaran Dukuh Atas juga sedang kita lakukan perbaikan. Semuanya ini kita bangun tidak menggunakan APBD. Dari mana? Kita membangun kepercayaan, trust kepada dunia usaha,” ucapnya.
Sumber: Berita - Detikcom








