Nasional

Relawan Kalsel Meninggal Usai Padamkan Karhutla Sesak Dada

Relawan Kalsel Meninggal Usai Padamkan Karhutla Sesak Dada

Seorang relawan pemadam kebakaran bernama Nurdin meninggal dunia setelah berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Almarhum sempat mengeluhkan sakit pada bagian dada kepada rekan sesama relawan sebelum akhirnya tutup usia pada Rabu (21/10).

Kronologi Kejadian di Lokasi Karhutla

Rekan korban bernama Amat menuturkan bahwa Nurdin berangkat dalam kondisi sehat tanpa menunjukkan gejala sakit apa pun. Perubahan kondisi kesehatan Nurdin terjadi setelah berjibaku memadamkan titik api yang berlokasi di belakang Kantor Kecamatan Handil Bakti. Asap tebal mengepung lokasi kebakaran sementara Nurdin hanya mengenakan masker biasa atau tipis.

Nurdin mengeluhkan sakit dada kepada Amat yang kemudian memintanya untuk beristirahat. Rekan-rekan korban langsung memberikan bantuan pernapasan menggunakan tabung kaleng oksigen, namun keluhan sakit dada tersebut tidak kunjung reda. Menyadari kondisi yang memburuk dan ambulans belum kunjung tiba di lokasi, rekan-rekan korban memutuskan membawa Nurdin menggunakan mobil Barisan Pemadam Kebakaran.

Sepanjang perjalanan menuju fasilitas kesehatan terdekat, Nurdin berulang kali kehilangan kesadaran, mengalami kejang-kejang, serta mencengkeram tubuh Amat sambil terus mengeluhkan sakit dadanya. Meskipun rekan-rekannya sempat berupaya menyadarkannya kembali di jalan, nyawa Nurdin tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyampaikan rasa duka cita mendalam atas gugurnya sang relawan di lapangan. Bupati Batola Bahrul Ilmi menyatakan pihak pemerintah daerah menyiapkan sejumlah bantuan untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan oleh almarhum.

Bahrul menjelaskan bahwa keluarga Nurdin selama ini masih mengontrak rumah di Banjarmasin. Pemerintah daerah menawarkan pembangunan rumah gratis di Barito Kuala apabila keluarga bersedia pindah, penyiapan pekerjaan bagi istri Nurdin, serta fasilitas keringanan agar ketiga anak mereka dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Barito Kuala.

Menanggapi tawaran tersebut, istri Nurdin, Sarini, menyatakan dirinya belum dapat memberikan keputusan final. Sarini mengaku masih merasa bingung dan diliputi suasana berduka sehingga belum bisa berpikir jernih terkait tawaran dari pemerintah daerah tersebut.

Bahrul juga mengimbau kepada seluruh relawan karhutla agar senantiasa mengutamakan dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing ketika menjalankan tugas pemadaman. Imbauan tersebut diberikan mengingat kepungan asap tebal di lokasi kebakaran sangat membahayakan keselamatan jiwa para petugas pemadam.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *