Saingan antara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Rakabuming Raka terekam dalam simulasi dua nama calon presiden yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Berdasarkan jajak pendapat tersebut, AHY meraih dukungan yang lebih tinggi dibandingkan Gibran dalam simulasi head to head.
Hasil Simulasi Dua Nama Capres
Dalam simulasi yang menanyakan pilihan presiden antara dua tokoh tersebut, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY memperoleh dukungan sebesar 41,6 persen, sedangkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapatkan 36 persen. Sementara itu, responden yang tidak tahu atau tidak menjawab berada di angka 22,4 persen.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa popularitas atau tingkat kedikenalan AHY masih berada di bawah Gibran. Putra Presiden ke-6 RI itu dikenal oleh 70 persen warga, sedangkan Gibran dikenal 97 persen dan Prabowo 99 persen. Kendati demikian, dari segi tingkat kesukaan masyarakat, AHY justru lebih unggul daripada Gibran.
Deni menambahkan bahwa dari warga yang mengenalnya, sebanyak 77 persen menyatakan suka kepada AHY dan hanya 14 persen yang tidak suka. Di sisi lain, Gibran disukai oleh 66 persen warga dan tidak disukai oleh 29 persen responden.
Keunggulan AHY semakin melebar ketika mengerucut pada kelompok pemilih yang mengenal kedua tokoh tersebut secara bersamaan. Dukungan terhadap AHY naik menjadi 51,1 persen, sementara Gibran turun ke angka 28,7 persen dengan sisa pemilih yang belum menentukan pilihan sebanyak 20,3 persen.
Metodologi Survei SMRC
Survei dari SMRC ini mengangkat tajuk “Efek Tahu Gibran dan AHY pada Elektabilitas Mereka” dan dilaksanakan pada rentang waktu 1 hingga 10 Oktober 2026. Populasi survei menyasar seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Sampel dibagi menjadi dua kelompok subpopulasi. Sebanyak 1.013 orang dipilih secara acak melalui metode double sampling dengan wawancara lewat telepon bagi subpopulasi yang memiliki telepon genggam. Sementara itu, 200 responden lainnya dari subpopulasi tanpa handphone dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling melalui wawancara tatap muka.
Total keseluruhan responden yang diwawancarai mencapai 1.213 orang. Survei ini memiliki margin of error perkiraan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








