Sebuah benda logam berukuran besar yang tampak hangus ditemukan di area perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada Senin (19/10) pagi. Penemuan ini bermula dari laporan seorang karyawan perkebunan yang mendapati objek asing tersebut sebelum dilaporkan ke pihak perusahaan dan aparat keamanan.
Objek tersebut diperkirakan berukuran sekitar 3 x 4, meski satuan ukurannya belum dirinci. Benda asing ini menarik perhatian karena memiliki kabel yang terhubung, kode produksi, serta permukaan yang menunjukkan bekas terbakar.
TNI Pastikan Bukan Milik Militer
Aparat keamanan langsung mengamankan lokasi penemuan dengan memasang garis polisi guna mendukung proses penyelidikan. Masyarakat diminta untuk tidak menyentuh, mengutak-atik, maupun memindahkan objek tersebut sebelum ada arahan resmi dari petugas berwenang.
Mewakili Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung Mayor Inf Andry Suwiatmojo memastikan benda itu bukan merupakan milik militer. Pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan instansi yang membidangi keantariksaan untuk mengidentifikasi objek tersebut, sebagaimana dilaporkan detikKalimantan.
Andry menyampaikan bahwa aparat masih menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari pihak berkompeten untuk mengonfirmasi apakah benda itu merupakan bagian kendaraan, material buatan manusia, atau objek lain. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai asal-usul objek tersebut.
Diduga Terkait Dentuman Keras di Sky Kotim
Penemuan benda logam ini beriringan dengan munculnya dugaan warga mengenai suara dentuman keras yang terdengar di langit Kotawaringin Timur pada Minggu (18/10) petang. Meski demikian, keterkaitan antara kedua peristiwa tersebut belum dapat dipastikan.
Prakirawan BMKG Kotawaringin Timur, Ibnu Hasan Ali, menjelaskan bahwa BMKG masih melakukan penelusuran dan analisis untuk memastikan sumber dentuman tersebut. Hingga kini belum ada kesimpulan pasti apakah suara itu berasal dari fenomena meteor atau sampah antariksa.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Chandra, menuturkan bahwa pemantauan BMKG berfokus pada prediksi fenomena meteorologi dan hidrometeorologi seperti cuaca dan hujan. Oleh sebab itu, informasi mengenai benda langit yang jatuh ke permukaan bumi perlu ditindaklanjuti bersama instansi terkait yang memiliki kewenangan khusus.
Pemeriksaan dan identifikasi material oleh pihak berwenang masih terus berjalan untuk menjawab kepastian asal-usul objek logam misterius tersebut.








