Nasional

Daftar Wilayah yang Masih Diselimuti Asap Karhutla

Daftar Wilayah yang Masih Diselimuti Asap Karhutla

Sejumlah wilayah di Indonesia masih diselimuti kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (19/10). Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui citra satelit Himawari pukul 08.00 WIB, indikasi sebaran asap bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

Sebaran Asap di Indonesia dan Negara Tetangga

Di Pulau Sumatera, sebaran asap terpantau di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, dan Lampung. Asap karhutla juga terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Selain itu, sebaran asap turut terlihat bergerak di Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Pencemaran asap lintas batas atau transboundary haze dari wilayah Sumatera turut terdeteksi di Semenanjung Malaysia dan Singapura. Semenanjung Malaysia dan Singapura juga tercatat terdampak oleh asap karhutla yang berasal dari Kalimantan, begitu pula dengan wilayah Sarawak. Terakhir, BMKG melaporkan adanya pencemaran asap lintas batas dari Papua Nugini menuju wilayah Papua Selatan.

Titik Panas dan Kualitas Udara Berbahaya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih terdapat 5.499 titik panas (hotspot) dan 247 titik api (firespot) di enam provinsi prioritas karhutla di Indonesia berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla per Minggu (18/10).

Sementara itu, kualitas udara di empat daerah di Indonesia masuk dalam kategori berbahaya atau hitam berdasarkan pemantauan BMKG per Senin (19/10) pukul 08.00 WIB. Kategori berbahaya ini ditentukan berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5 di suatu daerah yang melebihi ambang batas di atas 250,5 mikrogram per meter kubik.

Empat daerah yang mengalami kondisi udara berbahaya tersebut adalah Pangkalan Bun dan Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah, serta Muaro Jambi dan Kota Jambi di Provinsi Jambi. Konsentrasi partikulat PM2.5 tertinggi tercatat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, dengan angka 1.048,8 mikrogram per meter kubik, sementara Palangka Raya mencatat angka 471,8 mikrogram per meter kubik.

Di Provinsi Jambi, Kabupaten Muaro Jambi mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 berada pada angka 329,2 mikrogram per meter kubik, sedangkan Kota Jambi memiliki konsentrasi partikulat PM2.5 sebesar 307 mikrogram per meter kubik.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *