Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras insiden penembakan bersenjata yang terjadi di sebuah gereja di Yordania. Peristiwa kekerasan tersebut menyebabkan sembilan orang meninggal dunia dan melukai dua puluh lima orang lainnya.
Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa serangan yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, pada Jumat (23/10/2026) lalu merupakan tindakan brutal. Pemerintah Indonesia menilai aksi tersebut telah melukai warga sipil yang tidak bersalah serta menodai kesucian tempat ibadah.
Indonesia menegaskan bahwa segala bentuk terorisme dan kekerasan yang menyasar warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, tanpa memandang motif maupun pelakunya. Dalam pernyataan yang sama, pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mendoakan pemulihan bagi para korban luka.
Selain itu, Indonesia menyatakan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II beserta pemerintah dan rakyat Yordania. Pemerintah RI juga memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah tegas otoritas setempat dalam menjaga stabilitas nasional serta menindak para pelaku.
Pemantauan Keselamatan WNI dan Perkembangan Penyelidikan
Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara saksama di Yordania. Melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, koordinasi intensif dilakukan dengan aparat setempat demi memastikan keselamatan dan keamanan seluruh Warga Negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Serangan bersenjata itu sendiri dilakukan oleh sekelompok pria bersenjata yang menyerbu kompleks gereja di Desa Hammoud, wilayah Karak, saat sebuah prosesi pemakaman berlangsung. Provinsi Karak sendiri merupakan kawasan tempat tinggal bagi komunitas penganut Kristen yang mencakup dua hingga tiga persen dari total populasi di negara berpenduduk mayoritas muslim itu.
Kementerian Dalam Negeri Yordania menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh unsur ekstremis, meski dinilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan keterkaitannya dengan kelompok militan tertentu baik di dalam maupun luar negeri. Hingga kini, belum ada pihak atau kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
Sebagai tindak lanjut, pasukan keamanan Yordania telah menangkap tiga tersangka yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut. Penangkapan itu dilakukan melalui operasi keamanan gabungan serta tim investigasi dan penggerebekan khusus.
Sumber: Berita - Detikcom








