Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto meninjau pelaksanaan bedah rumah milik warga di kawasan Kampung Ambon atau dikenal sebagai Kampung Narkoba, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu (24/10). Peninjauan tersebut dilakukan terhadap rumah seorang warga lanjut usia berusia 64 tahun bernama Ester yang telah ditinggal meninggal oleh suaminya.
Transparansi Bantuan Pemerintah
Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, memeriksa langsung kondisi bangunan rumah didampingi oleh Tito Karnavian dan Dadang Hartanto di lokasi kegiatan. Ara menekankan pentingnya transparansi agar bantuan yang disalurkan oleh pemerintah tidak salah sasaran dan tepat kepada warga yang membutuhkan.
Kementerian PKP menjadwalkan pengerjaan bedah rumah akan mulai berjalan pada 10 November dan ditargetkan selesai pada 24 Desember mendatang sebelum perayaan Natal. Ara juga menjamin bahwa seluruh rangkaian proses perbaikan rumah tersebut bebas dari segala bentuk pungutan biaya.
Program renovasi tempat tinggal ini merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dijalankan melalui Kementerian PKP. Program tersebut menargetkan perbaikan sekitar 400 ribu unit rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai wilayah pada tahun 2026.
Penanganan Kampung Narkoba Komprehensif
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menjelaskan bahwa Kampung Ambon masuk dalam daftar tiga kampung narkoba di wilayah Jakarta yang menjadi fokus prioritas penanganan oleh pihak kepolisian. Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek penegakan hukum semata, melainkan juga mencakup upaya peningkatan taraf hidup masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penataan sosial demi mendongkrak kesejahteraan warga setempat, salah satunya lewat program bedah rumah. Dadang meyakini bahwa penanganan kawasan rawan narkoba dapat diselesaikan secara tuntas apabila dikerjakan secara menyeluruh.
Selain Kampung Ambon, dua kawasan lain yang menjadi sasaran prioritas penanganan serupa adalah Kampung Boncos di Palmerah serta kawasan Kampung Bahari di Jakarta Utara. Metode penanganan komprehensif dari pemerintah pusat melalui para menteri ini dinilai efektif untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di kawasan tersebut secara bersamaan.








