Nasional

Bongkahan Es Sebesar Kepala Bocah Timpa Rumah Warga di Bantul

Bongkahan Es Sebesar Kepala Bocah Timpa Rumah Warga di Bantul

Sebongkah es batu berukuran sebesar kepala anak kecil menimpa atap sebuah rumah warga di RT 3 Dusun Jodog, Gilangharjo, Pandak, Kabupaten Bantul, Senin (2/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan atap serta plafon rumah jebol, meski kondisi cuaca di sekitar lokasi saat kejadian tidak sedang dilanda hujan.

Atap Rumah Jebol dan Tak Ada Korban Jiwa

Kepala Dusun Jodog, Bayu Yunarto, menyampaikan bahwa dirinya mendapatkan laporan kejadian dari seorang warga setempat. Penghuni rumah mendengar dentuman keras sebelum menemukan bongkahan es berdiameter sekitar 20 sentimeter yang menembus atap bangunan milik kerabatnya. Bayu menduga es tersebut awalnya menyatu sebelum akhirnya terpecah menjadi dua bagian besar dan beberapa pecahan kecil saat terhempas.

Menurut Bayu, kondisi langit di atas wilayah Dusun Jodog pada pagi itu hanya diselimuti awan mendung tanpa diiringi guyuran hujan air maupun es. Karena insiden hanya berdampak pada satu bangunan, ia merasa ada kejanggalan jika peristiwa tersebut dikategorikan sebagai fenomena hujan es biasa. Saat kejadian berlangsung, rumah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban luka maupun jiwa. Pihak dusun telah meneruskan temuan ini kepada aparat kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

BPBD dan BMKG Teliti Penyebab Kejadian

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol, membenarkan adanya laporan insiden tersebut. Pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengonfirmasi kemungkinan adanya cuaca ekstrem atau keberadaan awan pemicu hujan es di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Bantul.

Antoni menjelaskan bahwa analisis awal bersama BMKG belum menemukan indikasi fenomena cuaca yang dapat memicu terbentuknya es sebesar itu. Ia menambahkan, fenomena hujan es saat masa transisi musim atau pancaroba umumnya hanya menghasilkan butiran es maksimal berukuran sebesar bola pingpong. Oleh sebab itu, jatuhnya es berukuran jauh lebih besar ini dinilai di luar kebiasaan. Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan oleh lintas instansi untuk memastikan penyebab utama peristiwa tersebut.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *