Nasional

Lahar Semeru Terjang Lumajang, 1.100 Warga Terdampak

Lahar Semeru Terjang Lumajang, 1.100 Warga Terdampak
Daftar Isi
  1. Jalur Penghubung Putus dan Warga Terisolasi
  2. Dua Korban Jiwa Meninggal Tertimbun Longsor
  3. Penyaluran Bantuan Logistik dan Duka Cita

Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru memicu terjadinya banjir lahar dingin dan bencana tanah longsor di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (2/11). Peristiwa ini melanda beberapa wilayah kecamatan, termasuk Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, hingga menyebabkan lebih dari 1.100 jiwa terdampak.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, luapan Sungai Glidik yang berhulu di Gunung Semeru mengalami kenaikan debit air secara drastis akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Minggu (1/11) malam sekitar pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi.

Jalur Penghubung Putus dan Warga Terisolasi

Dampak parah dilaporkan terjadi di Kecamatan Tempursari. Peningkatan aliran Sungai Glidik mengakibatkan jembatan utama yang menghubungkan wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang lumpuh total serta tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain merusak sarana jembatan, luapan Sungai Rawaan dan Sungai Dol menggenangi pemukiman warga di beberapa desa. Di wilayah Wareng, Dusun Pasirejo, tanggul penahan air dilaporkan jebol. Sementara itu, material tanah longsor menutup akses jalan tembus Tamansari dan Iburaja, serta memutus jalan di kawasan Purorejo dan Tamansari Bawah sepanjang sekitar 100 meter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, menjelaskan bahwa genangan banjir di Dusun Persil, Desa Rojopolo, mencakup wilayah RW 09, RW 10, serta RW 11 dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter. Di lokasi tersebut, diperkirakan ada 500 jiwa yang terdampak, sedangkan di Kecamatan Tempursari mencapai 600 jiwa.

Satriyo juga menuturkan bahwa sedikitnya 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari saat ini dalam kondisi terisolasi karena akses jalan utama tertutup material banjir dan longsor.

Dua Korban Jiwa Meninggal Tertimbun Longsor

Sebelum banjir lahar meluas, bencana tanah longsor telah menelan korban jiwa di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10) dini hari. Musibah tersebut terjadi setelah hujan lebat melanda kawasan tersebut sejak Jumat (30/10) malam.

Dua orang warga yang merupakan ayah dan anak, yaitu Imron (40) serta Hilya (9), meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor saat sedang tidur di dalam rumah mereka. Menurut keterangan Satriyo, longsoran awal menimpa bangunan rumah dan mengubur sebagian tubuh sang ayah serta seluruh tubuh anaknya. Tak lama kemudian, longsor susulan kembali terjadi hingga menimbun kedua korban secara keseluruhan. Jenazah kedua korban telah dievakuasi oleh warga sekitar dan dimakamkan.

Penyaluran Bantuan Logistik dan Duka Cita

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama BPBD terus berkoordinasi untuk memverifikasi data di lapangan demi memastikan kebutuhan pokok masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.

“Pemprov Jatim akan memberikan bantuan semen dan bata untuk pemulihan bangunan yang terdampak. Kami juga akan memberikan santunan duka cita dengan total Rp 20.000.000 untuk keluarga korban meninggal dunia dan bantuan paket sembako,” katanya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *