Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sukoharjo, Khomsun Nur Arif, mengimbau seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menjaga kondusivitas wilayah. Khomsun juga berpesan agar masyarakat di Sukoharjo selalu melakukan tabayyun atau mencari kejelasan terhadap berbagai peristiwa yang tengah terjadi belakangan ini.
Imbauan Tabayyun dan Menolak Provokasi
Dalam rekaman video yang diterima pada Minggu (1/11/2026), Khomsun menyampaikan agar para jamaah senantiasa berpegang pada prinsip tabayyun dalam menyikapi informasi yang beredar di tengah masyarakat.
“Terkait dengan beberapa informasi yang beredar di tengah masyarakat, saya berharap seluruh jamaah tetap berpedoman kepada prinsip-prinsip tabayyun, mengklarifikasi dan mencari sumber informasi yang tepat atas seluruh kejadian yang terjadi di Kabupaten Sukoharjo,” kata Khomsun.
Selain itu, Khomsun mengingatkan warga NU di Sukoharjo agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan pihak lain yang berpotensi menimbulkan dampak merugikan. Terutama ajakan yang dapat mengganggu kerukunan hidup beragama dan bermasyarakat.
“Tiga, untuk tidak terprovokasi terhadap ajakan-ajakan sekiranya ajakan itu memiliki kemadhorotan yang besar terhadap kehidupan beragama dan bermasyarakat di Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.
Khomsun turut mengajak masyarakat agar menaruh kepercayaan penuh kepada pemerintah serta jajaran kepolisian. Ia meyakini aparat penegak hukum akan menjalankan tugas penanganan secara prosedural.
“Empat, mempercayai kepada pemerintah dan aparat kepolisian untuk melakukan penanganan secara prosedural sesuai dengan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Pertemuan Wakapolda Jateng dengan Pimpinan Ponpes Al-Mukmin Ngruki
Sebelumnya, Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Andi Herindra Rahmawan mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh agama serta pengurus Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki. Agenda tersebut bertujuan membuka ruang dialog bersama para ulama dan santri.
Pertemuan itu dihadiri oleh pemilik Pondok Pesantren Al-Mukmin Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Ketua Yayasan Al-Mukmin Ngruki Ustaz Yahya Abdurrahman, serta putra Ustaz Abu Bakar Ba’asyir yaitu Ustaz Abdurochim Ba’asyir alias Ustaz Iim. Hadir pula Mudir Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Ustaz Munir, Ketua Pembina Yayasan Ustaz Taufik Usman, serta Wakil Pembina Yayasan Ustaz Muyazin.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Jateng memberikan penjelasan kepada para ulama mengenai proses penanganan kasus pembakaran dan perusakan Warung Mi Babi Tepi Sawah di Kabupaten Sukoharjo. Brigjen Andi menegaskan komitmen pihaknya untuk bersikap profesional dan terbuka dalam mengusut perkara tersebut.
Pertemuan ini sekaligus menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendengarkan secara langsung aspirasi, masukan, serta keluhan dari pihak pesantren berkaitan dengan penggeledahan yang berlangsung pada tanggal 27 Oktober 2026. Wakapolda Jateng menyatakan kesiapan untuk menindak tegas apabila terbukti ada pelanggaran prosedur oleh anggotanya di lapangan.
Brigjen Andi menambahkan, langkah tersebut diambil demi memperoleh kejelasan serta merajut komunikasi yang baik agar penanganan perkara dapat tuntas secara utuh. Pihak pesantren juga dipersilakan menyampaikan keberatan manakala mendapati tindakan kepolisian yang menyimpang dari ketentuan yang berlaku.
“Apabila ada keluhan terkait hal-hal di luar prosedur, kami berkomitmen melakukan tindakan secara tegas melalui Divisi Propam. Kami juga siap menjalin komunikasi dengan baik bersama para ulama,” ujar Brigjen Andi dalam keterangannya, Sabtu (31/10).
Sumber: Berita - Detikcom








