Nasional

Karhutla Jatim 2026: 11.895 Hektare Lahan Hangus Terbakar

Karhutla Jatim 2026: 11.895 Hektare Lahan Hangus Terbakar
Daftar Isi
  1. Luas Dampak dan Sebaran Karhutla di Jatim
  2. Penanganan dan Status Siaga Darurat
  3. Krisis Air Bersih dan Penyaluran Bantuan

Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur menghanguskan area seluas 11.895,35 hektare sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Berdasarkan laporan CNN Indonesia, bencana ini terjadi di tengah musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino dan memicu krisis air bersih.

Luas Dampak dan Sebaran Karhutla di Jatim

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur Gatot Soebroto menyatakan, pihaknya mencatat ada 187 peristiwa kebakaran hutan dan lahan yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Sejumlah kawasan pegunungan dengan sabana luas dan vegetasi kering menjadi titik paling rawan dalam kejadian tersebut.

Wilayah yang terdampak meliputi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Lawu di perbatasan Jawa Tengah, Gunung Arjuno-Welirang di Tahura Raden Soerjo, serta Gunung Argopouro dan Gunung Ijen. Gatot menjelaskan bahwa faktor pemicu kebakaran bervariasi, mulai dari kelalaian manusia, aktivitas pembuatan api unggun, pembukaan lahan, hingga gesekan ranting akibat kekeringan alam.

Penanganan dan Status Siaga Darurat

Meskipun api di sejumlah titik telah padam, Gatot menegaskan bahwa BPBD bersama instansi terkait tetap siaga memantau kemunculan titik panas melalui satelit. Tim gabungan juga mengerahkan satuan tugas darat serta menyiagakan helikopter untuk operasi pengeboman air darurat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur merespons situasi ini dengan menetapkan status siaga darurat kekeringan serta karhutla lewat Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku selama 133 hari untuk seluruh 38 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 daerah telah meningkatkan statusnya menjadi keadaan darurat kekeringan.

Krisis Air Bersih dan Penyaluran Bantuan

Dampak kekeringan meluas hingga menjangkau 926 desa di 260 kecamatan di wilayah Jawa Timur. Sebanyak 1.582.627 jiwa penduduk atau setara dengan 489.608 kepala keluarga merasakan langsung kesulitan mendapatkan pasokan air.

Gatot mengungkapkan, pemerintah terus mendistribusikan bantuan air bersih dan logistik ke berbagai desa terpencil yang mengalami krisis air. Penyaluran air bersih yang sudah direalisasikan mencapai 38.210.000 liter melalui 13.835 ritase pengiriman.

Selain pasokan air, pemerintah menyalurkan ribuan fasilitas penampungan untuk membantu warga menyimpan cadangan air secara komunal di desa masing-masing. Bantuan sarana prasarana yang dibagikan meliputi 1.400 tandon air, 5.000 jerigen, 500 tandon lipat, serta 17.500 lembar terpal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *