Kriminal

Apresiasi Penangkapan Pembacok Bobotoh, Wabup Bogor Tegaskan Pesan Ini

Apresiasi Penangkapan Pembacok Bobotoh, Wabup Bogor Tegaskan Pesan Ini

Wakil Bupati (Wabup) Bogor Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade memberikan apresiasi kepada Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung beserta jajarannya. Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan kepolisian dalam mengungkap kasus pembacokan yang merenggut nyawa seorang suporter sepak bola berinisial ARK secara cepat.

Pesan Keselamatan dan Teguran Keras

Menurut Jaro Ade, pengungkapan kasus yang terjadi di Jalan Raya Jakarta-Bogor ini sangat membantu dalam menjaga situasi agar tetap kondusif. Hal tersebut disampaikannya melalui keterangan tertulis pada Minggu (1/11/2026).

Lebih lanjut, Jaro Ade menyampaikan bahwa insiden tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa tidak ada pertandingan sepak bola yang sebanding dengan nyawa manusia. Seharusnya, olahraga sepak bola berfungsi sebagai sarana pemersatu masyarakat.

“Tidak ada sepak bola seharga nyawa. Sudah seharusnya agar seluruh pihak tetap menjaga keamanan, karena ada keluarga yang menunggu di rumah,” ujar Jaro Ade.

Dirinya menilai bahwa gerak cepat aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menegakkan hukum di wilayah Kabupaten Bogor. Tindakan ini sekaligus berfungsi sebagai peringatan agar tidak ada pihak yang berani melawan hukum.

“Aksi cepat kepolisian menangkap pelaku menandakan penegakan hukum di Kabupaten Bogor tidak main-main. Mari sama-sama selalu menjaga keadaan tetap kondusif dimanapun dengan tidak melakukan tindakan melanggar hukum,” jelasnya.

Imbauan Menjaga Keamanan Stadion Pakansari

Jaro Ade menambahkan bahwa Stadion Pakansari saat ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan olahraga saja. Kawasan tersebut juga telah bertransformasi menjadi pusat penggerak perekonomian masyarakat sekitar.

“Maka dengan begitu, saya mengajak agar masyarakat bisa selalu menjaga keamanan dan kenyamanan pihak-pihak yang datang ke Stadion Pakansari. Karena dampaknya juga akan dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” tutur Jaro Ade.

Peristiwa tragis yang menimpa korban ARK terjadi pada hari Minggu, 25 Oktober 2026. Korban mengembuskan napas terakhirnya setelah menyaksikan pertandingan sepak bola di kawasan Stadion Pakansari, sebelum akhirnya penyidik Polres Bogor meringkus pelaku berinisial MR yang berusia 29 tahun dalam waktu singkat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *