Metropolitan

PAM Jaya Sebut Penurunan Muka Tanah di Jakarta Mulai Melambat

PAM Jaya Sebut Penurunan Muka Tanah di Jakarta Mulai Melambat

PAM Jaya mengungkapkan data penurunan muka tanah di Jakarta mulai menunjukkan perlambatan yang didorong oleh penggunaan air perpipaan yang semakin masif. Berdasarkan penelitian Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, area yang mengalami penurunan signifikan di Ibu Kota kini semakin berkurang.

Hasil Penelitian Badan Geologi ESDM

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menjelaskan, perbandingan kondisi Jakarta periode 2018 hingga 2025 memperlihatkan perubahan warna pada peta penelitian. Wilayah selatan Jakarta kini ditandai dengan semakin meluasnya area berwarna hijau, sementara wilayah utara yang sebelumnya berwarna merah mulai berubah menjadi kuning.

Perubahan warna tersebut menggambarkan berkurangnya area dengan indikasi penurunan muka tanah. Menurut Arief, kondisi ini sejalan dengan meningkatnya penggunaan air perpipaan yang membuat ketergantungan warga terhadap pengambilan air tanah semakin berkurang, seperti dilaporkan detikcom.

Arief menyampaikan, riset tersebut membuktikan bahwa Jakarta berhasil menahan laju penurunan permukaan tanah. Capaian ini menunjukkan bahwa perluasan jaringan air bersih tidak sekadar memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga ikut menjaga kelestarian lingkungan Jakarta.

Cakupan Layanan dan Target PAM Jaya

Arief mengapresiasi kerja sama PAM Jaya bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang telah memperluas cakupan layanan air perpipaan hingga mencapai 83,27 persen. Ia menegaskan bahwa temuan perlambatan penurunan tanah tersebut murni berasal dari riset independen Badan Geologi, bukan penelitian internal perusahaan.

Hasil penelitian itu pun telah dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan menjadi motivasi bagi PAM Jaya untuk terus meningkatkan kapasitas distribusi air bersih. Data PAM Jaya hingga September 2026 mencatat jumlah pelanggan telah menyentuh 1.222.484 sambungan dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 9 juta jiwa.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PAM Jaya mengoperasikan kapasitas suplai air sebesar 23.051 liter per detik yang ditopang jaringan pipa sepanjang 13.094 kilometer. Kendati demikian, PAM Jaya masih harus menyelesaikan pekerjaan besar untuk mencapai target layanan air perpipaan 100 persen pada 2029.

Target ambisius tersebut mematok jumlah pelanggan sebanyak 2.016.011 sambungan dengan kapasitas suplai mencapai 32.159 liter per detik. Panjang jaringan pipa juga diproyeksikan bertambah menjadi 16.234 kilometer yang didukung oleh 28 Instalasi Pengolahan Air.

Arief mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri dengan berbagai capaian yang telah diraih saat ini. Ia meminta seluruh pegawai menjadikan apresiasi tersebut sebagai cambuk untuk merampungkan seluruh target layanan air perpipaan yang tersisa.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *