Nasional

Alasan Gen Z Jadi Motor Gerakan Protes di Indonesia

Alasan Gen Z Jadi Motor Gerakan Protes di Indonesia
Daftar Isi
  1. Alasan Gen Z Menjadi Motor Gerakan
  2. Kekhasan Tema, Lokasi, dan Media Sosial
  3. Kelebihan, Kelemahan, dan Tantangan Gerakan

Demonstrasi yang dimotori oleh Generasi Z terus merebak di berbagai wilayah Indonesia dalam dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Para pemuda ini merasa marah karena kebijakan anggaran pemerintah dinilai tidak berpihak kepada rakyat serta memicu krisis struktural yang berdampak langsung pada masa depan mereka.

Alasan Gen Z Menjadi Motor Gerakan

Sepanjang pemerintahan Prabowo-Gibran, setidaknya tercatat tujuh gerakan besar yang digerakkan oleh orang muda, mulai dari demo Indonesia Gelap pada Februari 2025 hingga momen Sumpah Pemuda. Unjuk rasa pada 20 Oktober dan 28 Oktober 2025 diinisiasi oleh Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SaDar) yang merupakan gabungan mahasiswa dari sembilan universitas terkemuka di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, UGM, hingga ITB, setelah melakukan konsolidasi selama tiga bulan bersama akademisi dan masyarakat sipil.

Berdasarkan survei terhadap 555 responden yang mencakup lima klaster masalah, ditemukan berbagai persoalan utama yang dirasakan masyarakat. Masalah ekonomi mencakup harga kebutuhan pokok, listrik, dan BBM yang mahal (71 persen), penghasilan tidak cukup serta pajak berat (57,2 persen), serta anggaran yang boros dan salah sasaran (39,6 persen). Sementara itu, masalah hukum dan tata kelola pemerintahan didominasi oleh korupsi dan penyalahgunaan anggaran (76,7 persen) serta penegakan hukum yang tajam ke bawah (75,5 persen).

Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Lionel Sihaloho, mengatakan kepada BBC News Indonesia bahwa turun ke jalan merupakan kewajiban sebagai bentuk kepedulian pada rakyat. Ketua Senat Mahasiswa UGM, Mesa Syafitra, menyoroti kebijakan yang serampangan dan pengerukan sumber daya alam di tengah gaung Indonesia Emas 2045. Presiden Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, Muhammad Azhar Zidane, menambahkan bahwa generasinya tidak ingin hanya dijadikan objek politik, melainkan subjek politik yang turut menentukan masa depan.

Kekhasan Tema, Lokasi, dan Media Sosial

Gerakan yang tumbuh pada periode ini memiliki kekhasan tema yang berpusat pada kekacauan kebijakan anggaran yang berdampak pada keseharian masyarakat. Dalam hal pemilihan lokasi, Komite SaDar memilih landmark kota seperti Tugu Tani dan Bundaran HI di Jakarta guna membangun kesadaran kolektif dan memudahkan masyarakat luas untuk bergabung tanpa harus menggunakan jas almamater.

Penggunaan media sosial juga menjadi ciri khas untuk menyebarkan informasi serta menandingi mobilisasi pendengung pemerintah. Mereka mengadopsi budaya populer dan simbol-simbol seperti salam tiga jari dan karakter bertopeng untuk mengadvokasi hak-hak masyarakat, sementara riset dari ARC UI dan PolGov UGM mencatat bahwa strategi ini berhasil mendorong solidaritas lintas kelas yang lebih inklusif.

Kelebihan, Kelemahan, dan Tantangan Gerakan

Guru Besar Ilmu Komunikasi FISIP UI, Inaya Rakhmani, menjelaskan bahwa kelebihan gerakan Gen Z kali ini adalah kemampuan mereka membaca anggaran sebagai urusan hidup sehari-hari akibat keretakan struktural kebijakan dalam dua hingga tiga dekade terakhir. Namun, ia juga menyoroti sejumlah kelemahan, seperti sifat gerakan yang kerap sporadis, pergantian kepengurusan BEM setiap tahun yang membuat konsolidasi harus dimulai dari awal, serta ancaman represi digital dan polarisasi politik.

Untuk merawat gerakan ini ke depan, Inaya menyarankan agar para pemuda membangun organisasi yang bertahan lebih lama dari satu kepengurusan BEM, memperkuat ikatan dengan buruh, petani, dan pengemudi ojek daring, serta memperjuangkan representasi politik yang memadai. Riset ARC UI dan PolGov UGM menyimpulkan bahwa gerakan ini menawarkan peluang pembaruan gerakan pro-demokrasi di Indonesia agar lebih responsif terhadap dinamika sosial-politik kontemporer, dengan laporan yang turut dikerjakan oleh Muhammad Aidil di Makassar.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *