Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membagikan pengalamannya selama memimpin BGN yang selalu menghadapi aksi demonstrasi setiap hari terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku heran lantaran tidak pernah ada kelompok masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa untuk menyatakan dukungan terhadap program tersebut.
Heran Tak Ada Aksi Dukungan MBG
Sudaryono mengungkapkan bahwa lembaganya menerima berbagai macam aksi unjuk rasa dalam sepekan penuh dari berbagai elemen masyarakat. Ragam tuntutan yang disampaikan mulai dari penolakan terhadap program MBG hingga protes dari para mitra yang kerja samanya dihentikan akibat temuan pelanggaran.
“Saya ini setiap hari didemo, Senin didemo oleh orang yang anti MBG, Selasa didemo oleh mitra dapur yang dapurnya sudah jadi belum beroperasi, Rabu didemo mahasiswa karena katanya mengurangi anggaran pendidikan, Kamis didemo sama kontraktor yang bangun dapur APBN ini karena fraud belum dibayar, terus hari Jumat saya didemo siapa lagi ya?” kata Sudaryono, seperti dilaporkan Liputan6.com pada Jumat (30/10/2026).
Sudaryono merasa heran karena tidak satupun aksi demonstrasi dari Senin hingga Jumat yang menyuarakan dukungan bagi program pemenuhan gizi tersebut. Ia juga menyoroti aksi unjuk rasa yang terkadang hanya diikuti oleh segelintir orang tetapi menggunakan pengeras suara bersuara besar.
“Yang demo itu kadang-kadang mohon maaf, itu yang demo 5 orang pakai toa gede-gede. Jadi satu orang teriak-teriak, empat orang minum es. Nanti kalau dia udah serak dia turun minum es, temannya naik. Astaga! Tapi kami elus dada,” ujar Sudaryono.
Terbuka pada Kritik dan Selektif Hadapi Pendemo
Walau program MBG sering menjadi sasaran unjuk rasa, Sudaryono menyatakan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya, penyampaian pendapat merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi serta menegaskan bahwa lembaganya tidak anti terhadap kritik.
“Apa pun ya dalam negara demokrasi ini orang boleh mengutarakan pendapatnya, orang boleh menuntut, orang boleh mengekspresikan harapan dan juga kami tidak anti kritik, kami enggak ada masalah,” tutur Sudaryono.
Kendati demikian, Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya bersikap selektif dalam merespons setiap aspirasi yang masuk. Ia mengaku jengkel apabila aksi unjuk rasa tersebut hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang sekadar ikut-ikutan.
“Mohon maaf, kita tidak bisa teruskan,” tegas Sudaryono.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








