Sebanyak sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Utara dilanda bencana banjir dan tanah longsor menyusul guyuran hujan dengan intensitas tinggi. Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, peristiwa tersebut memaksa sejumlah warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Sembilan Daerah Terdampak di Sumatera Utara
Kepala Bidang Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati menjelaskan, sembilan wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Deliserdang, Kota Binjai, Kota Medan, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Langkat, Padanglawas Utara, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan. Hal tersebut disampaikannya pada Kamis (29/10), seperti dilaporkan CNN Indonesia.
Di Deliserdang, hujan deras memicu longsor di Desa Panen, Kecamatan Biru Biru pada Rabu (28/10). Longsor yang terjadi di Jalan Sarilaba itu mengakibatkan akses jalan putus total. Wilayah Deliserdang juga dilanda banjir sejak tanggal yang sama yang merendam Kecamatan Bangun Purba, Sunggal, Delitua, Tanjung Rejo, hingga Hamparan Perak.
Sri Wahyuni menuturkan, tanggul Sungai Sei Putih di Desa Punden Rejo Dusun II mengalami kerusakan sepanjang lima meter dengan ketinggian air mencapai 70 sentimeter, yang membuat sebagian warga harus mengungsi. Sementara itu, banjir di Kota Binjai terjadi di beberapa titik dan petugas masih melakukan pendataan rumah terdampak.
Untuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal, banjir melanda Kecamatan Huta Bargot dan Panyabungan Utara sejak Rabu (28/10) pukul 23.00 WIB. Di Kota Medan, banjir merendam empat kecamatan yakni Medan Tuntungan, Medan Maimun, Medan Johor, and Medan Helvetia sejak Rabu malam.
Ketinggian air di Medan bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Data sementara mencatat sebanyak 603 jiwa mengungsi di berbagai titik, seperti Masjid Ar Rahman, Kantor Lurah Sei Mati, Masjid Abidin, Masjid Al Husna, Masjid Muttaqin, Masjid Al Hasanah, serta Masjid Ubudiyah.
Penanganan Longsor dan Banjir di Daerah Lainnya
Bencana longsor juga terjadi di Jalan Lintas Sipirok – Tarutung, Tapanuli Selatan, di mana petugas langsung dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi. Di Kabupaten Langkat, banjir merendam Kecamatan Serapit dan Besitang sejak hari Rabu.
Longsor turut dilaporkan terjadi di Padanglawas Utara pada Rabu (28/10) pukul 11.00 WIB, tepatnya di Desa Sipaho Simpang Barumun, Kecamatan Halongonan, yang merusak akses jalan penghubung desa. Di Kabupaten Simalungun, tebing yang lab akibat hujan lebat mengalami pergerakan pada Selasa (27/10) pukul 22.00 WIB, sehingga material tanah menutup badan jalan dan mengganggu mobilitas warga.
Sementara itu, longsor di Kabupaten Asahan terjadi di beberapa titik Desa Silau Jawa dan Desa Sei Kopas, Kecamatan BP Mandoge. Terdapat dua titik badan jalan di Dusun V dan Dusun IX Desa Sei Kopas yang terancam putus total jika longsor susulan terjadi.





