Ekonomi

Ibas Dorong UMKM Batik Kaliwungu Kendal Perluas Pasar Modal

Ibas Dorong UMKM Batik Kaliwungu Kendal Perluas Pasar Modal
Daftar Isi
  1. Dorong UMKM Naik Kelas dan Akses Modal
  2. Pelestarian Budaya dan Identitas Lokal
  3. Silaturahmi Kebangsaan dan Penyerapan Aspirasi

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah serta pelestarian batik di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya dukungan permodalan, pelatihan, dan perluasan pasar agar usaha masyarakat berkembang sekaligus menjaga warisan budaya lokal.

Dorong UMKM Naik Kelas dan Akses Modal

Seperti dilaporkan detikcom, penekanan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan UMKM dan Batik di Alun-Alun Kaliwungu, Kendal, pada Minggu (25/10). Kehadiran Ibas yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu disambut ribuan warga dengan pengalungan ikat kepala dan kain batik khas Kaliwungu, serta dimeriahkan penampilan seni tradisional Warok Suro dari Mranggen.

Ibas menyatakan bahwa negara harus hadir dan menyayangi rakyatnya melalui dukungan nyata agar pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk berkembang. Dukungan tersebut mencakup peningkatan keterampilan, kemudahan akses pembiayaan, serta kesempatan memasarkan produk ke wilayah yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing.

Menurut Ibas, potensi batik Kendal dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang menghubungkan warisan budaya dengan kegiatan produksi, perdagangan, dan pariwisata. Para perajin batik khas Kaliwungu menyambut baik perhatian tersebut dan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meningkatkan kualitas produk serta mengembangkan usaha.

Pelestarian Budaya dan Identitas Lokal

Ibas menilai batik bukan sekadar produk sandang, melainkan warisan budaya yang mencerminkan kreativitas, identitas, dan sejarah masyarakat Indonesia yang perlu dilestarikan bersama usaha perajin. Ia turut mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan batik di tengah perubahan tren dan persaingan pasar.

Tokoh agama sekaligus pemerhati sejarah dan budaya Kaliwungu, Gus Muis, menyampaikan bahwa batik Kaliwungu merupakan sejarah peradaban masyarakat dan kebanggaan setempat yang mempertemukan nilai-nilai Islam dengan kebudayaan Jawa. Ia menegaskan pelestarian warisan sejarah tersebut perlu terus dilakukan di tengah perkembangan zaman dan industrialisasi.

Dalam kegiatan yang sama, Ibas mengajak masyarakat menjaga akar budaya Indonesia dengan mengutip ungkapan Jawa “Ojo Pedot Oyot” agar tidak melupakan asal-usul, sejarah, dan identitas budaya. Ia mengingatkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan bersama mulai dari keluarga, komunitas, pelaku seni, perajin, lembaga pendidikan, hingga generasi muda.

Silaturahmi Kebangsaan dan Penyerapan Aspirasi

Kunjungan Ibas ke Kendal ini menjadi bagian dari silaturahmi kebangsaan dan upaya menyerap aspirasi masyarakat dengan hadir bersama sejumlah anggota legislatif, yakni Rinto Subekti, Raja Faisal, Basuki, dan Arif. Ia menilai komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang atau saat pemilihan umum.

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama dengan mengutip prinsip sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain. Melalui penguatan UMKM, pelestarian batik, dan pengembangan potensi budaya lokal, Kendal diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga identitas budayanya.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *