Dunia

Alasan Roket Beracun M55 Milik Amerika Serikat Dimusnahkan

Alasan Roket Beracun M55 Milik Amerika Serikat Dimusnahkan

Amerika Serikat sempat menyimpan senjata kimia beracun berupa roket M55 yang dikembangkan sejak dekade 1950-an. Senjata tersebut akhirnya diputuskan untuk dimusnahkan demi menghindari potensi bahaya yang mengancam.

Sejarah dan Jenis Amunisi Senjata Kimia AS

Berdasarkan informasi dari laman resmi militer AS yang dilansir detikcom, senjata kimia ini sebelumnya disimpan di Depo Senjata Angkatan Darat Blue Grass yang berlokasi di Richmond, Kentucky. Proses produksi amunisi tersebut berlangsung masif antara tahun 1961 hingga 1965 dengan jumlah mencapai lebih dari 400.000 unit.

Konfigurasi amunisi militer ini berbentuk roket M55 yang membawa muatan agen saraf berjenis GB dan VX. Selain roket, terdapat pula proyektil ukuran 155 milimeter yang diisi agen mustard H serta agen saraf VX, sementara proyektil ukuran 8 inci memuat agen saraf GB.

Selama keberadaannya, persenjataan kimia tersebut tidak pernah sama sekali diterjunkan ke medan pertempuran. Perencanaan awal pembuatan amunisi ini murni difungsikan sebagai alat penangkal saja.

Proses dan Alasan Pemusnahan Roket M55

Seluruh rangkaian pemusnahan senjata kimia yang memuat agen saraf tersebut dilakukan melalui fasilitas Blue Grass Chemical Agent-Destruction Pilot Plant (BGCAPP). Metode yang diterapkan untuk melenyapkannya adalah teknik netralisasi yang kemudian dilanjutkan dengan proses oksidasi air.

Pelaksanaan operasi pemusnahan amunisi ini dimulai secara resmi pada tanggal 7 Juni 2022 lewat penghancuran amunisi agen mustard pertama. Keseluruhan program pemusnahan berada di bawah pengawasan ketat Program Executive Office, Assembled Chemical Weapons Alternatives (PEO ACWA).

M55 dikenal sebagai roket artileri pembawa zat kimia berbahaya termasuk sarin atau GB serta VX. Faktor usia membuat kondisi bahan pendorong atau propelan pada roket tersebut menjadi sangat rentan.

Berdasarkan kajian dari National Research Council, kadar bahan penstabil di dalam propelan roket M55 mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Apabila penurunan kondisi tersebut semakin parah, propelan dikhawatirkan dapat memicu penyalaan sendiri atau autoignition sehingga roket yang tertimbun di dalam depot berisiko menimbulkan ancaman bahaya tanpa perlu ditembakkan ke medan perang.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *