Nasional

Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Lestarikan Lingkungan Baduy

Gubernur Banten Tegaskan Komitmen Lestarikan Lingkungan Baduy
Daftar Isi
  1. Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman
  2. Penerapan Aturan dan Nilai Adat Baduy
  3. Komitmen Bersanjutan dan Perhatian pada Lahan Garapan

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mendukung pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat Baduy. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya menjaga kearifan lokal masyarakat Baduy yang selama ini menjadi teladan dalam mempertahankan keseimbangan antara manusia dan alam.

Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman

Komitmen tersebut disampaikan Andra saat penyerahan bibit dalam Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman Pohon dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-8 Perkumpulan Urang Banten (PUB) di Rumah Kajaroan Kanekes, Ciboleger, Kabupaten Lebak, seperti dilaporkan detikcom. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada PUB serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum-Ciliwung dan seluruh pihak yang mendukung penyediaan serta penyaluran bibit tanaman.

Menurutnya, selain menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena berlangsung pada bulan peringatan Hari Jadi ke-26 Provinsi Banten. Ia berharap PUB terus berkontribusi dalam mendukung kemajuan daerah sebagai wadah pengabdian.

Sejalan dengan pelaksanaan gerakan tersebut, Andra menegaskan bahwa Pemprov Banten berkomitmen melanjutkan dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan perlindungan masyarakat adat Baduy. Upaya ini dilakukan melalui rehabilitasi hutan dan lahan, penguatan pengawasan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selaras dengan adat dan kearifan lokal.

Penerapan Aturan dan Nilai Adat Baduy

Komitmen menjaga lingkungan tersebut juga tercermin dalam aturan adat yang selama ini dipegang teguh masyarakat Baduy. Menurut Andra, prinsip-prinsip dalam aturan adat itu mengajarkan pentingnya menjaga alam dan mempertahankan keseimbangannya.

“Masyarakat Baduy telah lama menjadi teladan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pikukuh atau aturan adat Baduy mengajarkan, “Gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang diruksak”, gunung tidak boleh dihancurkan dan lembah tidak boleh dirusak,” ucap Andra.

Ia menambahkan, nilai-nilai dalam aturan adat tersebut relevan sebagai pedoman dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan serta mengingatkan pentingnya mempertimbangkan dampak tindakan manusia terhadap kehidupan generasi mendatang. Penerapan nilai-nilai tersebut turut menjadi landasan dalam Gerakan Menanam 70 Ribu Bibit Tanaman Pohon yang menyasar huma masyarakat adat Baduy di 68 kampung, yang terdiri atas tiga kampung Baduy Dalam dan 65 kampung Baduy Luar.

Untuk mendukung fungsi lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, gerakan tersebut memanfaatkan beragam jenis tanaman seperti gaharu, manglid, durian, albasia, rambutan, dan aren. Tanaman-tanaman ini diharapkan tidak hanya berfungsi menjaga tutupan lahan dan sumber mata air, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setelah dikelola dengan baik dalam beberapa tahun ke depan.

Komitmen Bersanjutan dan Perhatian pada Lahan Garapan

Untuk memastikan gerakan tersebut berjalan berkelanjutan, Andra menyampaikan tiga hal yang perlu menjadi komitmen bersama. Pertama, bibit yang telah ditanam harus dirawat hingga tumbuh besar, kedua, setiap kegiatan di wilayah adat harus menghormati dan menjaga aturan adat Baduy, serta ketiga, gerakan menanam perlu diperluas ke wilayah lain di Banten, terutama daerah hulu dan kawasan rawan bencana.

Selain berfokus pada pelestarian lingkungan, upaya tersebut juga berkaitan dengan pengakuan dan perlindungan hak ulayat masyarakat Baduy yang berperan dalam menjaga kelestarian hutan, sumber air, serta keseimbangan lingkungan di wilayah sekitarnya. Andra turut menyampaikan apresiasi kepada para tokoh adat dan masyarakat Baduy yang telah menjaga alam selama ratusan tahun sebagai warisan berharga bagi Banten dan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Urang Banten Komjen Pol (Purn) Taufiqurrahman Ruki menyampaikan gambaran mengenai kondisi masyarakat Baduy pada 2026 yang berjumlah sekitar 16 ribu jiwa menempati 68 kampung dengan kegiatan pertanian sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidup. Ruki mendorong pemerintah untuk memperhatikan ketersediaan lahan garapan seluas 599 ribu hektare bagi masyarakat Baduy maupun warga di sekitarnya agar dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Ia juga menyampaikan perkembangan penyaluran bibit dalam gerakan tersebut, di mana sebanyak 40 ribu bibit telah diserahkan kepada masyarakat melalui delapan pintu masuk Baduy sesuai dengan penghitungan kearifan lokal.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *