Daftar Isi
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Donald Trump terkait perang dengan Iran serta tingginya harga kebutuhan konsumen. Kritik tersebut disampaikan Obama saat ia mulai berkampanye untuk Partai Demokrat menjelang pelaksanaan pemilu sela AS.
Kritik Ekonomi dan Kebijakan Pemerintahan
Menurut laporan BBC News Indonesia, Obama menyebut pemilu sela yang akan dihelat pada 3 November mendatang sebagai kesempatan terbaik terakhir untuk membatasi kebijakan pemerintahan saat ini. Dalam acara kampanye di Ohio pada hari Sabtu, ia menyatakan bahwa warga memiliki peluang untuk mengatakan cukup setelah mengalami masa-masa kekacauan, korupsi, dan ketidakmampuan.
Obama memahami para pemilih yang meninggalkan Partai Demokrat pada pemilu 2024 akibat kekhawatiran terhadap inflasi pascapandemi Covid-19. Namun, ia menegaskan bahwa Trump sendirilah yang harus memikul tanggung jawab atas kondisi ekonomi saat ini, karena harga-harga barang justru menjadi semakin mahal di bawah kepemimpinannya.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menyampaikan pujian atas kebijakan tarif perdagangan dan imigrasinya dalam rapat umum di Georgia. Di hadapan para pendukungnya, seperti dilaporkan BBC News Indonesia, Trump mengklaim bahwa negara tersebut sedang berada di era keemasan Amerika.
Terkait harga bahan bakar yang masih tinggi akibat konflik di Iran dan Ukraina, Trump mengakui kondisi tersebut bersifat sementara dan berjanji harga energi akan segera turun. Ia juga menjanjikan pembayaran senilai 5.000 dolar AS kepada setiap warga dewasa AS jika Partai Republik berhasil menguasai kedua kamar Kongres.
Isu Perang Iran dan Sindiran Renovasi Gedung Putih
Dalam kampanyenya di Ohio, Obama turut menyoroti konflik dengan Iran yang dinilai telah memberikan hak veto kepada Teheran atas Selat Hormuz. Menanggapi hal itu, Trump mengeklaim dirinya telah menangani perang tersebut secara efektif dan siap menuntaskannya atau membiarkan pihak terkait mencapai kesepakatan.
Selain kebijakan luar negeri, Obama juga melontarkan sindiran terhadap dekorasi ulang Gedung Putih yang dilakukan oleh Trump. Dengan nada candaan seperti dilansir BBC News Indonesia, ia membandingkan ornamen emas di dalam bangunan kepresidenan tersebut dengan gaya pemimpin masa lalu.
Pemilu sela yang akan datang memegang peranan krusial karena akan menentukan partai penguasa di Kongres untuk sisa masa jabatan Trump serta memengaruhi kelancaran agenda politik presiden. Pemungutan suara awal telah dimulai, dengan Trump bersama Ibu Negara Melania Trump telah memberikan suara mereka di Florida pada hari Sabtu.
Kampanye di Ohio dan Serangan Personal
Kehadiran Obama di Ohio bertujuan memberikan dukungan politik bagi mantan senator Sherrod Brown yang bersaing melawan petahana Republik John Husted, serta Amy Acton yang mencalonkan diri sebagai gubernur melawan Vivek Ramaswamy. Dalam pidatonya, Obama mengecam Ramaswamy atas iklan kampanye yang menampilkan ibu Acton dan menyebut putrinya pembohong.
Obama menyatakan bahwa iklan tersebut sengaja menyembunyikan fakta mengenai masa lalu keluarga tersebut. Amy Acton, yang berbicara sebelum Obama, turut menuding Ramaswamy telah mengeksploitasi masa kecilnya demi menyelamatkan kampanyenya.
Sumber: BBC News Indonesia








