Partai Gerindra menanggapi kabar yang ramai di media sosial terkait dugaan pertemuan antara Duta Besar Singapura untuk Indonesia dan sejumlah tokoh yang berada di pihak oposisi. Pihak Gerindra menyatakan tengah menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Pendalaman Informasi dan Pandangan Gerindra
Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Bambang Haryadi, menyatakan bahwa partainya sedang mencermati kabar mengenai pertemuan tokoh-tokoh antipemerintah dengan perwakilan diplomatik Singapura tersebut. Penelusuran ini dilakukan melalui anggota DPR dari Komisi I.
Bambang menegaskan bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto senantiasa bersikap terbuka terhadap berbagai bentuk kritik. Kendati demikian, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan murni demi perbaikan tanpa diboncengi kepentingan asing.
Informasi yang beredar di dunia maya sebelumnya mengeklaim ada dua tokoh yang mendatangi kediaman Dubes Singapura, yaitu Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal. Unggahan tersebut turut menyertakan rekaman video gerbang Kedutaan Besar Singapura di Jakarta beserta takarir bertuliskan “Londo ireng is coming”.
Bantahan Keras dari Pihak Terkait
Menanggapi narasi yang beredar, Dino Patti Djalal memberikan bantahan tegas dan menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menyebut unggahan itu sebagai ulah pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun opini negatif.
“Ini postingan fiktif dari tim siluman. Dia bilang hari Minggu saya ke rumah Dubes Singapura, tampaknya mau menciptakan narasi ada kongkalikong atau apa, faktanya hari Minggu sampai Selasa saya ada di Perth, Australia. Saya lagi diundang untuk bicara dalam konferensi perubahan iklim,” ujar Dino.
Sumber: Berita - Detikcom








