Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyatakan dukungannya terhadap rencana Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang ingin melarang peredaran rokok elektrik atau vape secara total di Indonesia. Dukungan tersebut diberikan karena temuan narkoba dalam cairan rokok elektrik sudah sangat masif dan sulit dibedakan dari produk konvensional.
Bahaya Narkoba dalam Cairan Vape
Menurut Ahmad Sahroni, peredaran narkoba yang disamarkan dalam cairan vape sudah sangat mengkhawatirkan karena kemasan dan aromanya menyerupai produk biasa. Ia menyebutkan bahwa produk terlarang tersebut mudah diakses oleh masyarakat luas.
“Saya mendukung 1.000 persen langkah Pak Kapolri Suyudi untuk mendorong pelarangan total vape di Indonesia. Temuan narkoba dalam liquid vape sudah sangat masif, aksesnya mudah, dan produknya sulit dibedakan dari liquid biasa karena aroma serta kemasannya bisa disamarkan,” ujar Sahroni, Sabtu (24/10/2026).
Politikus tersebut menambahkan bahwa ancaman tersebut dapat menyasar siapa saja dan menjadi celah baru bagi peredaran barang haram. Oleh karena itu, perlindungan terhadap warga negara harus ditempatkan sebagai hal yang utama.
“Ini sangat berbahaya dan bisa menyasar siapa saja. Menurut saya, sudah sewajarnya pelarangan vape dipertimbangkan secara serius karena mudaratnya jauh lebih besar jika terus menjadi celah peredaran narkoba. Keselamatan masyarakat harus jadi prioritas,” ucapnya.
Pernyataan Kapolri Soal Evolusi Narkotika
Sebelumnya, rencana pelarangan total rokok elektrik ini disampaikan oleh Jenderal Suyudi saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 ton obat keras jenis ketamin HCl di Belawan, Sumatera Utara, pada Jumat (23/10).
Kapolri menilai bahwa rokok elektrik telah bertransformasi menjadi gerbang masuk bagi peredaran zat narkotika cair yang mengikuti perkembangan tren global.
“Karena kita tahu vape adalah salah satu ya pintu masuk narkotika, yang mana kita tahu evolusi perubahan narkotika dunia, termasuk di Indonesia, dari yang bentuknya padat menjadi cair, dan pintu masuknya adalah vape,” kata Jenderal Suyudi.
Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Suyudi juga menekankan agar jajarannya tidak merasa kecil hati dengan data yang ada, melainkan terus memperkuat tindakan nyata dalam memerangi peredaran narkotika.
Sumber: Berita - Detikcom







