Daftar Isi
Voxpol Center Research and Consulting merilis hasil survei mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 63,1 persen responden menyatakan percaya kepada pemerintahan saat ini.
Tingkat Kepercayaan Publik Tergolong Kuat
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi memaparkan bahwa tingkat kepercayaan responden tergolong kuat. Angka tersebut terdiri dari gabungan responden yang sangat percaya dan percaya.
“Level of confidence-nya adalah 63,1%, baik yang sangat percaya kita kalau collab dengan yang percaya 56,4%, mereka sangat percaya dengan pemerintahan sekarang,” ujar Pangi melalui Live Streaming YouTube Voxpol Center Official, Kamis (22/10/26).
Di sisi lain, terdapat 35,7 persen responden yang mengaku kurang percaya atau sangat tidak percaya dengan pemerintahan sekarang. Meski demikian, Pangi menilai angka kepercayaan tersebut secara keseluruhan masih berada di kategori kuat.
Sebaran Berdasarkan Wilayah dan Demografi
Berdasarkan wilayah sebaran, tingkat kepercayaan tertinggi tercatat di kawasan Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 88 persen responden menyatakan sangat percaya dan 11 persen menyatakan tidak percaya.
Sementara itu, wilayah yang mencatat angka ketidakpercayaan tertinggi adalah DKI Jakarta dan Banten sebesar 54,40 persen. Disusul oleh Jawa Barat sebesar 41,90 persen, Jawa Tengah 43,80 persen, Jawa Timur 32,90 persen, Sumatera 31,20 persen, serta Kalimantan sebesar 27,60 persen.
Jika dilihat dari kelompok usia, tingkat kepercayaan Gen Z berada di angka 60,90 persen, milenial 61,90 persen, Gen X 62,40 persen, dan kelompok Baby Boomer mencapai 68,80 persen.
Pengaruh Tingkat Pendidikan
Survei ini juga memetakan tingkat kepercayaan berdasarkan latar belakang pendidikan responden. Hasilnya menunjukkan bahwa responden yang tidak pernah sekolah memiliki tingkat kepercayaan paling tinggi, yakni 66,70 persen.
Kecenderungan serupa terlihat pada tamatan sekolah dasar (SD) sebesar 66,80 persen, Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) 66 persen, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) 62,90 persen. Adapun responden dengan tingkat pendidikan tinggi seperti diploma dan kuliah tercatat sebesar 52,60 persen.
“Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan semakin rendah tingkat kepercayaannya terhadap pemerintah: 52,60 persen dari baseline 14,40 persen,” ucap Pangi.
Survei ini dilaksanakan pada periode 3 hingga 12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,83 persen.
Sumber: Liputan6.com Peristiwa








