Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan 1,16 ton ketamin. Suyudi menganggap keberhasilan pembongkaran jaringan barang terlarang tersebut sebagai persembahan khusus untuk dua tahun kepemimpinan Prabowo, seperti dilaporkan detikcom.
Pesan Presiden untuk Berantas Penyelundupan
Suyudi menerangkan bahwa institusi TNI, Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Bea Cukai wajib memiliki ketelitian serta kesabaran tinggi guna mendeteksi berbagai upaya penyelundupan barang haram ke wilayah Indonesia. Ia menekankan agar para petugas senantiasa waspada dan tidak mudah merasa lelah dalam menjalankan pengawasan.
“Ini butuh kejelian, kesabaran, keuletan kita semua, BNN, Polri, Bea Cukai, TNI, harus terus bahu-membahu, kita jangan pernah lelah sebagaimana diamanatkan Presiden Republik Indonesia,” kata Suyudi saat rilis penyelundupan 1,16 ton narkoba, Jumat (23/10/2026).
Lebih lanjut, ia mengungkapkan instruksi khusus yang diberikan oleh Prabowo kepada jajaran aparat penegak hukum. Menurutnya, kepala negara menghendaki seluruh instansi agar senantiasa solid dan bersatu padu dalam memerangi segala bentuk upaya penyelundupan narkotika.
“Pada kesempatan-kesempatan beliau sampaikan pidatonya selalu berpesan kepada saya, kepada Pak Dirjen Bea Cukai, dan juga segenap pimpinan, kita harus selalu kuat bersatu-padu untuk bisa mengungkap kejahatan para pelaku yang ingin menyelundupkan barang terlarang ke Indonesia,” ucap dia.
Di akhir penyataannya, Suyudi memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang terlibat dalam penindakan penyelundupan jutaan gram barang terlarang tersebut. Ia menilai pencapaian ini menjadi persembahan yang sangat berarti bagi masa pemerintahan sang presiden.
“Ini tentu menjadi kado terindah untuk 2 tahun pemerintahan Bapak Prabowo Presiden kita,” ujar dia.
Sumber: Berita - Detikcom








