Nasional

Penutupan Sementara 5 Perairan TN Komodo untuk SAR KM Feronia

Penutupan Sementara 5 Perairan TN Komodo untuk SAR KM Feronia

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengeluarkan Maklumat Pelayaran Nomor: 04/MP-X/2026 yang menutup sementara aktivitas pelayaran di lima perairan kawasan Taman Nasional Komodo (TNK). Kebijakan tersebut diberlakukan guna mendukung kelancaran operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya kapal motor Feronia.

Pembatasan Aktivitas Pelayaran

Aturan pembatasan ini berlaku pada Senin, 19 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 sampai 17.00 WITA. Sepanjang rentang waktu tersebut, para nakhoda kapal dilarang keras menjalankan kegiatan wisata di lima titik perairan yang telah ditentukan.

Kelima titik yang ditutup meliputi Perairan Batu Bolong, Perairan Mawan, Perairan Siaba Kecil, Perairan Siaba Besar, dan Perairan Tatawa Kecil.

Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, menyatakan bahwa kebijakan pembatasan ini diambil untuk memastikan kelancaran serta efektivitas pencarian korban yang masih berjalan. Menurut Stefanus Risdiyanto kepada CNN Indonesia, penerapan aturan tersebut bertujuan mencegah lalu lintas kapal wisata mengganggu jalur pencarian agar tim SAR dapat bekerja secara lebih terfokus, aman, dan cepat. Pihaknya lantas menyampaikan permohonan pengertian kepada seluruh pelaku usaha serta wisatawan.

Maklumat itu turut menekankan kepatuhan para nakhoda kapal agar tidak melintasi zona pembatasan demi menekan risiko keselamatan sekaligus mengoptimalkan jalannya operasi SAR. Keputusan tersebut ditegaskan murni demi mengutamakan keselamatan dan keberhasilan misi kemanusiaan.

Pelaksanaan Operasi SAR Gabungan

Pelaksanaan operasi SAR pada hari keenam ini mengerahkan sebanyak 266 personel yang berasal dari berbagai unsur SAR Gabungan. Petugas dibagi ke dalam sembilan unit pencarian guna menyisir wilayah permukaan air, sementara KRI Satran Pulau Fani-731 terus memberikan dukungan sejak hari sebelumnya.

Di samping penyisiran permukaan, tim turut memanfaatkan peralatan canggih berupa *side scan sonar*, *ROV SKYRO*, dan *sonar multibeam* untuk mendeteksi bawah air. Dalam proses penyisiran tersebut, petugas mendapati adanya tumpahan minyak di perairan Batu Bolong yang diyakini terhubung dengan kapal motor Feronia.

Fathur Rahman menuturkan bahwa Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian melalui penyisiran di permukaan air dan penggunaan peralatan pendukung pencarian bawah air pada Minggu sore.

Hingga Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 18.00 WITA, proses pencarian korban masih belum membuahkan hasil. Menyusul evaluasi yang dilakukan, rangkaian operasi pencarian dijadwalkan berlanjut pada Senin, 19 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WITA.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *